alexametrics

Perayaan Waisak: Utamakan Cinta Kasih dan Kedamaian Antaragama

17 Mei 2022, 11:48:52 WIB

JawaPos.com – Perayaan Trisuci Waisak 2566 BE/2022 dilakukan dengan khidmat oleh umat Buddha di Vihara Dhamma Jaya, Lontar. Prosesi pradaksina membuka ibadat puncak yang diikuti sekitar 400 umat Senin (16/5). Mereka membentuk dua baris untuk mengelilingi wihara sebanyak tiga kali.

Persembahan dibawa umat selama prosesi pradaksina. Persembahan tersebut berupa buah-buahan, bunga-bungaan, lilin, dan setangkai sedap malam. ”Prosesi itu sebagai bentuk penghormatan kami bagi Buddha,’’ ucap Romo Widya Kusuma.

Dalam momen Trisuci Waisak, umat Buddha merayakan tiga peristiwa penting. Yaitu, kelahiran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan agung oleh Pangeran Sidharta hingga kemudian menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama.

Prosesi ibadat kemudian dilanjutkan dengan puja bakti dan meditasi menjelang detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 11.13.46. Bunyi gong yang dipukul menandai datangnya detik-detik Waisak. Dilanjutkan pemberkatan dan pembacaan parita Ettavata.

Organisasi Sangha Theravada Indonesia mengambil tema Modernisasi Beragama Membangun Kedamaian untuk perayaan Trisuci Waisak tahun ini. ”Harapan umat Buddha agar bangsa Indonesia bisa damai dan tenteram antaragama,’’ ucap Romo Widya Kusuma. ”Semoga berkah Waisak bisa membawa berkah bagi Indonesia,’’ tuturnya.

Khidmat Berdoa untuk Kemajuan Bangsa

Di Surabaya Utara, Vihara Mahavira yang berada di Kelurahan Alun-Alun Contong didatangi banyak jemaat kemarin (16/5). Keramaian di wihara terlihat sejak pagi. Banyak yang datang dengan membawa kendaraan roda empat. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Pahlawan.

Aktivitas peribadatan dimulai sekitar 10.00. Itu diawali dengan mengucapkan pemujaan di altar utama, lalu ke bodisatva dan dewa-dewa pelindung. Umat mengelilingi semua altar dengan ditemani alunan doa.

Suhu Chuang Hui merapal doa berulang-ulang. Ada sejumlah harapan untuk masa depan seluruh masyarakat Indonesia. Suhu mendoakan seluruh umat diselimuti kedamaian.

Petugas keamanan wihara Agus menjelaskan, jumlah peserta ibadat tahun ini lebih banyak. Yakni sekitar 70–80 orang. ”Tetap dibatasi. Prokesnya juga ditata,” kata Agus.

Menurut dia, tidak semua orang mengikuti ibadat secara langsung. Ada juga yang menyaksikan secara virtual. ”Kegiatan berjalan aman dan penuh khidmat,’’ tambah Agus.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini: