Hari Ini Ratusan Ribu Pelajar Lulusan SMA Berebut Kursi PTN

Jalani UTBK-SBMPTN Gelombang I
17 Mei 2022, 05:00:08 WIB

JawaPos.com- Hari ini (17/5 ) ratusan ribu pelajar lulusan SMA/SMK/MA menjemput masa depan. Berebut dapat masuk ke kampus atau perguruan tinggi negeri (PTN). Yakni, melalui jalur tes ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Saling beradu strategi dan kepintaran. Maklum, kursi kampus negeri terbatas. Pendaftar membeludak.

Pendaftar UTBK-SBMPTN 2022 meningkat dibandingkan dengan tahun 2021. Data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pada 2022 ini total pendaftar UTBK-SBMPTN mencapai 800.852 peserta. Angka itu meningkat dibandingkan pendaftar tahun lalu, yang 777.858 peserta. Ada kenaikan sebanyak 22.009 peserta. Persaingan pun makin ketat.

Sejumlah kampus pelaksana UTBK di Surabaya pun sudah siap menyambut para peserta. Di antaranya kampus Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Puluhan ribu peserta dari berbagai daerah datang ke Kota Pahlawan.

Pelaksanaa Kampus Unair

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair Prof drh Bambang Sektiari Lukiswanto mengatakan, sejak dua hari sebelum pelaksanaan UTBK, para peserta sudah meninjau lokasi gedung ujian.

Mereka juga wajib mengikuti peraturan pelaksanaan UTBK yang sudah ditetapkan penyelenggara. ’’Peserta hanya mendapatkan batas keterlambatan 30 menit dari jam pelaksanaan UTBK,” katanya kepada Jawa Pos, Senin (16/5).

Jika terlambat lebih dari 30 menit, lanjut dia, peserta tidak diperkenankan masuk ruang ujian. Artinya, peserta otomatis gagal. Karena itu, peserta pun diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan UTBK. Tujuannya, bisa mempersiapkan diri dengan tenang saat UTBK berlangsung.

’’Kalau terlambat, konsentrasi peserta akan terganggu. Jadi, sebaiknya datang lebih awal. Pada sesi I, peserta setidaknya datang pukul 06.15 WIB dan sesi II pukul 12.15 WIB,” jelasnya.

Bambang menuturkan, tahun ini peserta UTBK di Unair ada sebanyak 16.624 orang. Rata-rata peserta per hari ribuan orang yang terbagi dua sesi. Perinciannya, 270 peserta di kampus A, 415 peserta di kampus B, dan 450 peserta di kampus C. UTBK gelombang I dilaksanakan pada 17–23 Mei.

’’Untuk UTBK gelombang II pada 28 Mei, Unair hanya menggelar satu hari. Khusus kampus C hanya digunakan untuk kelompok campuran,” katanya.

 Pelaksana UPN Veteran Jatim

Kesiapan pelaksana UTBK juga terlihat di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Berbeda dengan tahun lalu, kampus yang berada di Surabaya Timur itu tahun ini menggelar UTBK tanpa bekerja sama dengan mitra kampus. Sebab, UPN telah mengembangkan infrastruktur gedung, termasuk laboratorium komputer.

’’Jumlah komputer yang dulu 270 buah kini menjadi 460 buah,” kata Nizwan Amin, koordinator humas Pusat UTBK UPN Veteran Jawa Timur.

Lokasi ujian di Pusat UTBK UPN Veteran Jatim tersebar di gedung-gedung yang dikelola tujuh fakultas dan gedung kuliah bersama (GKB) yang terkoneksi dengan jaringan fiber optic ke data center tier 3 yang dimiliki UPN. ’’Untuk mengawal pelaksanaan UTBK, kami juga sudah menyiapkan admin server, teknisi ruang, pengawas, satuan pengaman, dan cleaning service sesuai jumlah ruang,” ujarnya.

Total ada 6.444 peserta tes. Perinciannya, 2.941 orang kelompok saintek, 3.285 orang kelompok soshum, dan sisanya peserta campuran. Mereka terbagi dua gelombang. Gelombang I berlangsung pada 17–23 Mei dengan masing-masing sesi 430 peserta dan gelombang II hanya satu sesi pada 28 Mei yang diikuti 227 peserta.

’’Kami juga menambah metal detector untuk pemeriksaan suhu di 31 ruang ujian,” katanya.

Pelaksana Kampus Unesa

Ketua Satuan Admisi Unesa Sukarmin menjelaskan, ada sekitar 22.140 peserta yang akan mengikuti tes UTBK di Unesa. Jumlah peserta itu terbagi ke dalam 23 sesi ujian. Setiap hari dilaksanakan dua sesi ujian. Rata-rata setiap sesi diikuti 1.065 peserta.

Lokasi yang digunakan tersebar di kampus Unesa Lidah Wetan, kampus Unesa Ketintang, dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sebagai kampus mitra. Berbagai persiapan harus dilakukan peserta UTBK sebelum berjuang hari ini. ’’Pertama, tentu menjaga kesehatan dan memastikan bahwa dalam kondisi sehat,’’ jabarnya.

Peserta juga harus menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yakni kartu tanda peserta, ijazah SMA dan sederajat atau surat keterangan sedang duduk di kelas XII, dan identitas diri. ’’Selain itu, penting untuk membuat perkiraan waktu tempuh. Supaya tidak terlambat,’’ tegasnya.

Sukarmin juga menyatakan, prokes tetap ditegakkan selama ujian diadakan. Peserta wajib terdaftar dalam PeduliLindungi dan sudah menerima minimal dua dosis vaksin. ’’Jika memang baru vaksin pertama, peserta bisa bawa hasil uji usap antigen minimal H-1 atau surat keterangan sehat dokter di rumah sakit pemerintah atau puskesmas,’’ jawabnya.

Penggunaan masker dan hand sanitizer juga diwajibkan. Pengecekan suhu juga akan dilakukan saat memasuki gerbang lokasi ujian. ’’Suhu maksimum yang diizinkan masuk adalah 37,3 derajat,’’ jelasnya. Jika suhu tubuh melebihi batas, peserta diarahkan untuk menunggu di ruang kesehatan untuk observasi dari tenaga medis.

Peserta yang mengalami demam atau gejala pernapasan seperti batuk atau flu atau sesak napas dan nyeri tenggorokan saat ujian bakal diperiksa di ruang transit. ’’Kami sudah sediakan ruangan. Jadi bisa diperiksa untuk dilihat layak melanjutkan ujian atau tidak,’’ tegasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : ayu/dya/c7/c12/ai/ady

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads