alexametrics
Mengaku Bisa Berkomunikasi dengan Allah

Bekas Warung jadi Tempat Aliran Sesat, Penghuni Tak Akui Nabi Muhammad

Tak Percaya Otentifikasi Alquran
17 Mei 2022, 05:08:04 WIB

JawaPos.com – Warga Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan mendadak geger. Musababnya, ada sebuah bangunan bekas warung di Desa tersebut, diduga dijadikan tempat sejumlah orang melakukan aktivitas yang menyimpang dari ajaran agama.

Kepala Desa Cobanblimbing Mustain Romli mengaku sudah mendatangi lokasi tersebut, Jumat (13/5) pagi. Mulanya, ia datang bersama anggota Satpol PP dari Kecamatan Wonorejo untuk menanyakan identitas orang yang bermukim di bangunan bekas warung tersebut. Karena mereka sudah menempati bangunan itu lebih dari sebulan. Tepatnya sebelum Ramadan.

“Awalnya karena ada laporan laki perempuan tinggal bersama, jadi maksud kedatangan awal kami itu menanyakan identitas mereka. Karena bukan sanak famili tapi tinggal bersama, dan tidak pamitan dulu ke RT RW,” kata Mustain dikutip dari Radar Bromo.

Nah, dari pertemuan awal itulah kemudian Mustain merasa janggal. Sebab orang yang ditemuinya memiliki pemikiran yang menyimpang. Mereka disebut-sebut tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasul, serta enggan mengucapkan dua kalimat syahadat. Bukan itu saja, kelompok tersebut bahkan mengaku bisa berkomunikasi dengan Allah serta menyangsikan otentifikasi Alquran.

“Padahal kami sama sekali tidak menyinggung masalah apapun selain menanyakan identitas. Tetapi mereka lebih dulu membahas kebenaran Alquran dan sebagainya,” ungkap Mustain.

Menurut Mustain, segelintir orang yang bermukim di bangunan bekas warung itu memang bukan berasal dari satu keluarga. Ada yang dari Wonorejo dan Purwosari. Bahkan ada diantara mereka yang sudah bercerai. Ada juga yang masih berkeluarga, tapi tinggal bermukim di sana dan keluarganya ditinggal.

Editor : Kuswandi

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads