alexametrics

Masuk Musim Tanam, Waspadai Pupuk Tiruan

17 Februari 2022, 15:10:03 WIB

JawaPos.com – Musim tanam mulai berjalan. Petani yang membutuhkan pupuk biasanya menjadi incaran bagi pemalsu pupuk. Salah satu yang menjadi favorit pemalsu adalah pupuk bersubsidi. Petrokimia Gresik mengimbau petani agar mewaspadai produk pupuk tiruan.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan, pihaknya memiliki hak eksklusif atas merek dagang pupuk bersubsidi maupun komersil. “Merek-merek tersebut telah sah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dan memiliki kualitas serta kandungan seuai Standar Nasional Indonesia (SNI),” tandas Yusuf dalam keterangannya.

Produk Petrokimia Gresik memiliki konsistensi kualitas produk yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena seluruh produk Petrokimia Gresik telah melewati serangkaian uji kualitas, baik secara mandiri maupun melalui sejumlah laboratorium independen yang telah tersertifikasi.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada petani agar waspada terhadap peredaran produk pupuk yang kemasannya menyerupai kemasan produk pupuk milik Petrokimia Gresik, karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan kegunaannya,” ujar Yusuf.

Adapun ciri kemasan pupuk bersubsidi asli buatan Petrokimia Gresik, maupun produsen pupuk lain di bawah Pupuk Indonesia, adalah menggunakan logo perusahaan. Misalnya, logo Pupuk Indonesia untuk pupuk Urea, NPK Phonska dan Petroganik. Lalu, logo Petrokimia Gresik untuk pupuk ZA dan SP-36.

Selain itu pada kantong pupuk bersubsidi juga terdapat tulisan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah, Barang Dalam Pengawasan”, logo SNI, nomor pengaduan (call center), nomor izin edar, dan Bag Code atau kode kantong di bagian belakang untuk menunjukkan tanggal dan tempat produksi.

Selain ciri kemasan, pupuk bersubsidi juga memiliki ciri fisik tertentu, seperti berwarna merah muda atau pink untuk pupuk Urea, oranye untuk pupuk ZA, pink kecoklatan untuk pupuk NPK Phonska, abu-abu untuk pupuk SP-36, serta coklat untuk pupuk organik Petroganik.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, pihak yang memproduksi dan atau memperdagangkan produk pupuk yang seolah-olah adalah produk resmi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran merek. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geogafis, itu adalah pelanggaran pidana.

“Oleh karena itu, kami memperingatkan dengan keras kepada pihak-pihak yang telah memproduksi dan atau memperdagangkan produk pupuk yang seolah-olah produk Petrokimia Gresik untuk segera menghentikan dan atau menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh produk pupuk tersebut untuk menghindari tuntutan hukum, baik secara pidana maupun perdata,” tegas Yusuf.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads