alexametrics

Jeda Waktu Antar Shift PTM di Surabaya Diubah Jadi 1 Jam

17 Januari 2022, 23:01:41 WIB

JawaPos.com–Sistem pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Surabaya akan kembali diubah. Berdasar evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Surabaya, durasi atau jeda antar shift dinilai terlalu dekat.

Sebelumnya durasi jeda antar shift PTM berkapasitas 100 persen selama 30 menit. Kini Satgas Covid-19 mengajukan jeda 1 jam.

”Durasi yang pulang sekolah dan datang ke sesi kedua. Itu masih kurang panjang. Yang sekarang 30 menit harus berubah menjadi 60 menit. Sehingga tidak ada pertemuan antara yang datang dan yang pulang,” kata Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya Ridwan Mubarun.

Pemkot Surabaya meminta satgas di sekolah untuk mengetatkan pelaksanaan protokol kesehatan. Utamanya adalah penggunaan masker medis.

”Kalau perlu, berlapis-lapis itu lebih baik. Jangan sampai ada siswa yang menggunakan masker yang tidak sesuai aturan,” papar Ridwan.

Berdasar hasil evaluasi, Ridwan menyatakan, masih menemukan siswa yang menggunakan masker yang tidak sesuai standar kesehatan. ”Terutama anak-anak SD,” tutur Ridwan.

Ridwan mengapresiasi keberadaan satgas mandiri di sekolah. Satgas mandiri itu bergugas mengingatkan protokol kesehatan siswa dan warga sekolah.

”Sekolah perlu membentuk satgas mandiri. Untuk membantu, mengatur siswa juga,” ujar Ridwan.

Dia bersyukur tidak ada penemuan kasus positif Covid-19 dari siswa SD dan SMP Kota Surabaya. ”Tidak ada klaster. Tapi testing terus dilakukan,” terang Ridwan.

Salah satu wali murid, Indah Lestari, 42, mengatakan bahwa dirinya lega PTM bisa dilakukan lagi. Dengan sistem tersebut, dia optimistis kasus Covid-19 tidak ditemukan di Kota Surabaya.

”Dulu takut Covid-19. Teman-teman anak saya bilang kalau keluarga kami Corona Freak saking takutnya. Kalau sistem ini dipakai, kami lega dan aman,” ucap Indah, wali murid dari siswa SMPN 4 Surabaya itu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: