alexametrics

Perkirakan Potensi Banjir Rob 3 Hari, BMKG Minta Warga Tidak Panik

16 November 2020, 20:14:29 WIB

JawaPos.com–Banjir rob di wilayah pesisir Surabaya pada Rabu (12/11) sempat menggegerkan warga. Pada Minggu (15/11) malam, BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir rob susulan antara 15 hingga 18 November.

BMKG berharap warga tidak panik. Sebab, banjir rob kali ini tidak terlalu tinggi seperti sebelumnya. Fajar Setyawan, prakirawan BMKG menyebut, banjir rob merupakan fenomena normal. Hanya saja, pasang air laut saat ini cukup tinggi. Bersamaan dengan angin kencang sehingga memicu pembentukan gelombang.

”Jadi yang kejadian tanggal 12 kemarin, kondisinya ada pasang. Sebenarnya itu tidak sampai menggenangi pesisir. Hanya saja karena berbarengan dengan angin kencang, akhirnya memicu pembentukan gelombang,” terang Fajar pada Senin (16/11).

Dia mengatakan, gelombang tinggi yang membawa air laut masuk wilayah permukiman belum tentu akan terjadi kembali. Namun belum bisa dipastikan karena belum bisa memprediksi tegangan dan gelombang air. Fajar menegaskan, gelombang air hanya bisa diprediksi beberapa menit sebelum terjadi. ”Terus terang untuk yang lokal ini memang agak sulit diprediksi kecuali beberapa menit sebelumnya,” jelas Fajar.

Menurut Fajar, genangan air yang terjadi seminggu ke depan tidak merusak secara langsung seperti sebelumnya. Kecuali ada potensi gelombang tinggi. ”Kalau kemarin kan ada gelombang sifatnya destruktif secara langsung. Kalau yang ini tidak merusak secara langsung. Kecuali kalau ada potensi gelombang tinggi juga. Tapi kalau berdasar yang kita prakirakan potensi untuk gelombang tingginya tidak ada. Jadi hanya banjir pasang saja,” ucap Fajar.

Meski demikian, BMKG tetap mengajak warga untuk melakukan antisipasi dan berhati-hati. Berbagai upaya mitigasi sudah dilakukan BMKG. Salah satunya dengan aktif mengirimkan informasi dan perkiraan di grup BMKG.

”Terdapat juga papan informasi cuaca yang menunjukkan hasil perkiraan, tinggi gelombang, serta informasi yang bisa dilihat warga pesisir,” ujar Fajar.

Fajar menyebut pihaknya sudah menemui warga sebelum memasang papan cuaca. Dalam pertemuan itu, pihaknya memberikan sosialisasi mengenai papan cuaca dan apa saja informasi yang bisa didapatkan. ”Kalau sifatnya lokal seperti angin puting beliung tidak bisa langsung terdeteksi papan cuaca,” terang Fajar.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads