alexametrics

Unesa Lakukan Evaluasi Metode PKKMB dan Berikan Konseling

16 September 2020, 10:48:04 WIB

JawaPos.com – Setelah viralnya video ospek di jagat maya, pihak kampus Universitas Negeri Surabaya mengakui video tersebut bagian dari pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru (PKKMB). ”Di hari ke-3 atau Rabu pekan lalu (6/9) memang mahasiswa baru dipecah ke fakultas masing-masing. Jadi, dari kampus diserahkan ke mereka,” jelas Kepala Humas Unesa Vinda Maya Setianingrum.

Dalam cuplikan video yang viral, beberapa mahasiswa senior tampak memberikan penekanan tentang tata aturan berpakaian mahasiswa baru. Melalui video conference, mahasiswa baru diminta menunjukkan pakaian dari kepala hingga kaki. Vinda mengatakan, video tersebut memang video conference Zoom yang disiarkan langsung via YouTube Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa.

”Jadi, di tingkat fakultas bebas, mau langsung via YouTube siaran atau melalui Zoom kemudian di-live-kan. Memang kami juga luput dalam memantau karena semua berbarengan,” imbuhnya. Pihaknya langsung memanggil berbagai pihak yang terlibat kemarin (15/9).

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi itu tidak hanya ditujukan untuk panitia PKKBM dari mahasiswa. ”Tapi, juga untuk tingkat fakultas dan rektorat,” ucap Vinda. Perempuan berjilbab itu mengakui luputnya koordinasi dalam perancangan metode ospek di tingkat fakultas tersebut.

”Apalagi ini model baru. Semua jadi daring,” ujarnya. Namun, pihaknya menyambut baik kritik yang disampaikan berbagai pihak. PKKMB sudah usai pekan lalu. Saat ini perkuliahan telah berlangsung seperti biasa. Jadi, evaluasi dan kritik yang terjadi dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini akan menjadi bahan perbaikan di PKKMB tahun depan.

Tentunya, pihaknya akan memperketat kriteria materi dan capaian dalam PKKMB. Masa pengenalan tersebut seharusnya berfokus pada adaptasi kehidupan kampus. ”Bahwa ini tempat belajar dengan konsep merdeka belajar. Harus humanis, tanpa kekerasan verbal maupun nonverbal,” imbuhnya.

Selain evaluasi sistemik, pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis kepada panitia. ”Karena mereka juga kaget dan dapat serangan dari banyak orang. Jadi, kami sediakan konseling,” paparnya. Kebutuhan konseling itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c6/ano




Close Ads