alexametrics

Ospek Unesa, Kemendikbud: Perilaku Intimidatif Hambat Proses Berpikir

16 September 2020, 18:30:40 WIB

JawaPos.com – Video viral panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jadi bahan perbincangan. Pasalnya, dalam kegiatan tersebut kedapatan senior yang membentak mahasiswa baru (maba) akibat tidak menggunakan atribut lengkap.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Evy Mulyani menagatakan bahwa tindakan tersebut adalah perilaku negatif dan tidak sesuai dengan konsep Merdeka Belajar.

“Esensi dari Merdeka Belajar adalah kemerdekaan berpikir. Perilaku intimidatif yang menyakiti fisik maupun mental orang lain dapat menghambat proses berpikir tersebut. Potensi seorang pelajar bisa teredam akibat mengalami perundungan,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Rabu (16/9).

Padahal Kemendikbud sendiri berkomitmen untuk menangani tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi melalui Merdeka Belajar. Namun, sayangnya hal itu belum terlaksana sepenuhnya.

Dia pun menjelaskan bahwa tujuan akhir dari Merdeka Belajar adalah pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Perundungan dapat mengakibatkan turunnya kualitas pembelajaran bagi para penyintas.

“Ini yang tidak kita inginkan. Kita ingin semuanya dapat ikut menikmati pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Untungnya, pihak kampus pun segera menangani hal ini secara kekeluargaan. Untuk itu, Kemendikbud berharap agar kasus ini tidak terulang kembali di PKKMB di tahun selanjutnya. “PKKMB harus bebas dari kekerasan dan perundungan,” terang dia.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah membuat aturan formal yang mengatur dan menindak kasus perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. “Aturan ini secepatnya bisa diimplementasikan di lingkungan pendidikan tinggi,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin




Close Ads