alexametrics

Mujiaman Sapa Warga Kalimas Tanya Soal Air Bersih

16 September 2020, 18:20:04 WIB

JawaPos.com–Sebagai mantan direktur utama PDAM Surya Sembada, bakal calon wakil wali kota (bacawali) Mujiaman Sukirno, punya segudang pencapaian. Salah satunya adalah pemasangan master meter di wilayah Kalimas, Perak Utara, Surabaya.

Mujiaman menjelaskan, master meter merupakan suplai air untuk wilayah tertentu. Rabu (16/9), Mujiaman mengunjungi master meter di Kalimas. Dalam kunjungannya tersebut, Mujiaman menyapa warga sambil mengecek aliran air. Kunjungan Mujiaman malah tidak terasa seperti kunjungan bacawali, namun seperti pengecekan PDAM.

”Sebelum ada aliran PDAM, warga dulu menggunakan sumur. Sebenarnya menurut peraturan daerah, direktur tidak boleh membangun master meter atau menyuplai air. Tapi saya merasa bahwa air merupakan hak dasar warga. Akhirnya sejak 2019, setelah 40 tahun tidak mendapatkan akses air bersih, warga bisa menikmati air bersih, sejak master meter dipasang,” ujar Mujiaman, sosok yang bakal menemani bakal calon wali kota (bacawali) Machfud Arifin itu.

Wilayah Kalimas yang ditinggali lebih dari 10.000 jiwa merupakan tanah milik Pelindo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Seharusnya, tidak ada wilayah permukiman. Sehingga sejak 1980-an, tidak ada aliran air dari PDAM. Warga mengaku sangat sulit mendapatkan akses air.

Mujiaman menambahkan, master meter di Kalimas merupakan yang pertama di Indonesia. ”Harapannya, banyak yang mencontoh dan bisa memenuhi kebutuhan semua warga,” lanjut Mujiaman.

Mujiaman yang juga didampingi istri turut meninjau aliran air. Dia mengaku lega ketika aliran air lancar. Beberapa kali dia mengecek keran air dan wastafel warga. ”Bu, Pak, kalau ada masalah, harus segera lapor ke PDAM atau ke RW ya!” ujar Mujiaman ketika diserbu warga untuk berfoto.

Salah satu warga yang curhat adalah Yuyun, ketua RT 11. Dia bercerita sebelum ada PDAM, sehari warga harus membeli air dari jerigen seharga 20 ribu rupiah. ”Alhasil, tiap bulan mengeluarkan uang 600 ribu untuk membayar air. Pemasangan ini seperti mimpi yang terwujud,” terang Yuyun.

Narwiyah, ketua RW 1 mengatakan, master meter pertama dipasang pada 19 Oktober 2019. Master meter kedua dipasang pada Mei lalu. ”Jadi 240 KK terairi. Sebelum diperhatikan Pak Mujiaman, kami selalu mengajukan ke PDAM dan pemkot, tapi nggak pernah ada jawaban,” terang Narwiyah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads