alexametrics

Abaikan Protokol Kesehatan di Surabaya, Pilih Denda atau Menyapu

16 September 2020, 16:48:42 WIB

JawaPos.com – Operasi yustisi pelanggaran protokol kesehatan diadakan di pintu exit toll Dupak, Asemrowo, Selasa pagi (15/9). Sebanyak 26 pelanggar terjaring. Guna memberikan efek jera, sanksi tegas diberikan. Yaitu, denda Rp 100 ribu atau membersihkan sampah di sekitar lokasi operasi.

Misalnya, yang dialami Kasemah. Karena tidak memakai masker saat berkendara, perempuan 60 tahun tersebut dikenai denda Rp 100 ribu. Mengetahui itu, tubuhnya seketika lemas. Menurut Kasemah, nominal denda sangat besar. Tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukannya.

”Saya bukannya tidak membawa masker, tapi hanya lupa memakainya. Untuk orang seperti saya yang hanya berjualan kue di pasar, denda Rp 100 ribu dinilai sangat besar.

Selain itu, saya disuruh membersihkan lingkungan sekitar,” ucap Kasemah di checkpoint exit toll Dupak kemarin.

Menurut dia, pemerintah harus mengkaji ulang nominal denda yang ditetapkan bagi para pelanggar. Sebab, bagi warga berpenghasilan rendah sepertinya, denda itu sangatlah memberatkan.

Begitu juga yang dirasakan Ahmad Zahrain. Sebagai penjual buah keliling, dia mengaku tidak mempunyai uang untuk membayar denda kepada petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak. Karena tidak memiliki uang, sebagai gantinya Ahmad diminta petugas untuk membersihkan sampah di sekitar lingkungan operasi. ”Ya, mau nggak mau nyapu-nyapu sampah di sini daripada disuruh bayar denda. Mau bayar pakai apa. Dari tadi pagi belum dapat uang dari jualan buah,” kata warga Bulak Banteng, Kenjeran, tersebut.

Pelanggaran tidak hanya dilakukan warga Surabaya, tetapi juga warga luar kota. Misalnya, yang dialami Inayah Solikah. Perempuan 18 tahun itu kaget saat mobilnya diperiksa petugas. Ketika itu warga Pasuruan tersebut memakai masker. Namun, masker itu dia letakkan di dagu. Sebab, dia sedang makan. ”Ya, lagi makan, tapi tetap salah. Mungkin petugas tidak tahu saya lagi makan,” ujarnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menyatakan, operasi dilakukan merata di seluruh lingkungan hukumnya. Misalnya, di exit toll Dupak, Jalan Demak, sekitar Suramadu, dan beberapa titik keramaian lainnya. Pihaknya bekerja sama dengan Kejari Tanjung Perak.

Semua jenis pelanggaran protap kesehatan akan diberi sanksi tegas. Meski, mereka tidak memakai masker karena lupa atau sengaja meletakkan masker di dagu. Bukan menutupi mulut dan hidung. ”Semua yang melanggar kami hentikan dan diproses sanksi tipiring. Apa pun alasan mereka. Tujuannya adalah memberikan efek jera,” jelas Ganis yang didampingi Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan. 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c14/git




Close Ads