alexametrics

Sumi Harsono Pastikan Maju jadi Calon Wabup Sidoarjo

16 September 2019, 20:59:42 WIB

JawaPos.com – Ketua DPC PDIP Sidoarjo Sumi Harsono benar-benar memutuskan untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati dari PDIP. Dia mengambil berkas satu jam sebelum pendaftaran berakhir Sabtu (14/9). Total ada enam pendaftar.

Sumi datang ke kantor DPC PDIP Sabtu pukul 23.00. Lelaki yang kini menjabat ketua DPC PDIP itu tak banyak berkomentar. Dia langsung mengambil berkas. Setelah 15 menit, berkas pendaftaran diserahkan kembali ke panitia.

Berbeda dengan pendaftar lain, Sumi tampak malu-malu. Dia enggan difoto media. Panitia pendaftaran pun tidak diperbolehkan untuk mengabadikan momen penyerahan berkas tersebut. ”Berkas diserahkan perwakilan,” ucap Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDIP Sidoarjo Mundzir Dwi Ilmiawan.

Dengan majunya Sumi itu, total ada enam bakal calon kepala daerah yang mendaftar lewat DPC PDIP. Selanjutnya, DPC PDIP memeriksa berkas pendaftaran mereka.

Mundzir menuturkan, berkas yang diserahkan para pendaftar belum lengkap. Ada persyaratan yang kurang. Misalnya, dokumen bebas tunggakan pajak dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Panitia meminta calon untuk melengkapi berkas tersebut. Hari ini seluruh berkas harus lengkap. ”Kami beri toleransi karena penutupan pendaftaran pas hari libur,” paparnya.

Tahap selanjutnya adalah seleksi administrasi. Seluruh kelengkapan berkas ditelaah. Jika lolos, peserta bakal menjalani fit and proper test. Uji kelayakan itu digelar di DPD PDIP Jatim. ”Waktunya 17 September hingga 20 September,” ujarnya.

Selain Sumi yang merupakan mantan wakil ketua DPRD Sidoarjo itu, figur yang mendaftar bukanlah tokoh-tokoh populer dan besar di Kota Delta. Bahkan, ada dua nama yang kontroversial.

Pertama, Supriyadi. Mantan Kades Trosobo itu boleh dibilang kutu loncat. Saat pileg lalu, dia semula mendaftar sebagai caleg PDIP, dapil Sukodono-Taman. Namun, pada akhir penetapan calon, Supriyadi hijrah ke PPP.

Setelah menyerahkan berkas di DPC PDIP kemarin, Supriyadi mengaku kembali ke PDIP. Dia mengatakan tidak bisa meninggalkan PDIP. ”Ini rumah besar saya,” ucapnya. Terkait dengan polemik pindah partai saat pileg lalu, Supriyadi enggan memperpanjang masalah. ”Namanya saja politik,” tuturnya.

Calon kontroversial lain adalah Sumi Harsono. Dia sempat mancalonkan diri sebagai bacaleg PDIP saat pileg. Namun, namanya dicoret. Sebab, dia dianggap melanggar PKPU. Aturan KPU tersebut menyebutkan, mantan narapidana kasus korupsi dilarang maju sebagai caleg.

Namun, Mundzir mengatakan, DPC PDIP memberikan kesempatan kepada seluruh warga untuk maju sebagai calon kepala daerah. Tanpa pengecualian. Terkait dengan Sumi dan Supriyadi, dia menyerahkan kewenangan kepada DPP PDIP. ”Pak Sumi hak politik sudah dikembalikan setelah lima tahun,” terangnya. Jawa Pos berupaya menghubungi Sumi. Namun, tidak ada jawaban saat berkali-kali dihubungi.

Ketua KPU Sidoarjo M. Iskak mengatakan, mantan narapidana tidak dilarang maju sebagai calon kepala daerah. Di dalam PKPU tidak diatur. ”Berbeda dengan PKPU pileg lalu,” paparnya.

Dia mencontohkan Ustman Ihsan, calon bupati. Pada 2015, Utsman diajukan Partai Gerindra dan PKS untuk berlaga dalam Pilbup 2015. ”Masih bisa nyalon,” ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c12/roz



Close Ads