Ojol Perempuan Dilatih Jahit dan Masak, Digandeng Disnaker Surabaya

16 Agustus 2022, 14:44:33 WIB

JawaPos.com–Pemkot Surabaya mengumpulkan puluhan pengemudi ojek online (ojol) perempuan di lobi lantai 2 Kantor Balai Kota, Senin (15/8). Para perempuan pengemudi ojol tersebut dilatih dan difasilitasi pemkot agar mendapatkan penghasilan tambahan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku tidak tega melihat ada perempuan yang bekerja sebagai pengemudi ojol di Surabaya. Melihat ada pengemudi ojol perempuan bekerja hingga larut malam seorang diri, dia meminta Dinas Sosial Surabaya melakukan pendataan untuk dibantu.

”Ketika saya bayangkan, panjenengan semua adalah orang tua atau ibu saya, tentu sebagai seorang anak, tidak mungkin ada keikhlasan ketika ibunya harus bertarung sampai larut malam,” kata Eri.

Wali kota meminta kepada jajarannya untuk mendata agar pengemudi ojol perempuan di Surabaya mendapat pekerjaan yang lebih layak dan aman. ”Nyuwun tolong Bu Anna (Kepala Dinas Sosial Surabaya Anna Fajriatin), nanti suaminya juga didata. Pekerjaan suaminya apa, kalau memang pekerjaannya tidak pasti, tolong dilatih para ibu-ibu ini,” ujar Eri.

Setelah didata, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya mengumpulkan setidaknya ada 246 pengemudi ojol perempuan. Bukan sekadar didata, pengemudi ojol perempuan itu kemudian dilatih dan difasilitasi dengan berbagai keahlian serta alat oleh Pemkot Surabaya. Mulai dari pelatihan menjahit, menyablon, dan membuat kue. Pemkot Surabaya juga memberikan fasilitas mesin jahit, peralatan sablon, hingga produksi pastry (kue).

”Ketika seorang ibu atau perempuan itu ingin mendapatkan penghasilan tambahan, kalau bisa bekerja di rumah. Jangan sampai bekerja di luar rumah sehingga membahayakan dan tidak bisa memberikan pendampingan untuk anaknya,” ucap Eri.

Dia menambahkan, pemberdayaan perempuan pengemudi ojol itu bukan hanya sekadar pelatihan dan membantu memberikan fasilitas alat. Akan tetapi, akhirnya adalah bagaimana warga yang dibantu itu bisa mendapatkan penghasilan tetap dan layak setiap bulan.

”Itulah output dan outcome dari pemkot dan kepala dinas, bukan setelah memberikan bantuan dan fasilitas selesai, bukan,” imbuh Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, dari 246 pengemudi ojol perempuan itu, ada 59 yang sudah dilatih dan akan dilatih serta diberi fasilitas alat jahit, sablon, dan pastry.

”Kami kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, sudah melatih 14 orang menjahit, kemudian 22 orang untuk menyablon, dan 21 orang untuk pastry,” terang Anna.

Anna menyampaikan, pihaknya juga memberikan bantuan alat bantu dengar kepada AN, anak salah satu pengemudi ojol perempuan, yaitu Yuni Fitria. Selain itu, memberikan bantuan kursi roda kepada pengemudi ojol perempuan lainnya, Ibu Diana yang mengalami stroke.

”Juga ada salah satu pengemudi yang kecelakaan kemarin malam sudah mendapatkan penanganan. Putri beliau mengalami autis dan saat ini kami rawat di Kalijudan,” sebut Anna.

Yuni Fitria mengucapkan terima kasih kepada Cak Eri Cahyadi telah memberikan bantuan alat dengar untuk anaknya dan pelatihan toko kelontong serta pastry. ”Alhamdulillah meringankan beban kami, anak saya juga sudah bisa mendengar,” ucap Yuni.

Senada dengan Yuni, pengemudi ojol perempuan lain, Ida Fajar juga mengaku terbantu oleh Pemkot Surabaya. Ida mendapatkan pelatihan menjahit dan mendapatkan alat mesin jahit dari pemkot.

”Kami harap ke depannya bisa menambah penghasilan sehari-hari dan bisa digunakan untuk keperluan sekolah anak saya,” tutur Ida.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: