Beri Kesaksian, Santri Mas Bechi Sempat Menangis

16 Agustus 2022, 13:21:28 WIB

JawaPos.com – ME, korban pencabulan terdakwa Moch. Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi, tak kuasa menahan air mata saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/8). Sambil menangis, mantan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Hubbul Wathol Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, itu menceritakan peristiwa dugaan pencabulan yang dialaminya di hadapan majelis hakim.

”Sempat menangis. Manusiawi karena apa yang dialaminya cukup berat,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Tengku Firdaus saat dikonfirmasi seusai persidangan yang berlangsung tertutup kemarin.

ME memberikan kesaksian dalam sidang yang berlangsung selama tujuh jam sejak pukul 09.30 WIB itu. Di hadapan majelis hakim, korban menceritakan pencabulan yang dilakukan Bechi terhadapnya sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU.

”Keterangannya sama dengan yang diuraikan dalam surat dakwaan,” ujar Firdaus yang juga kepala Kejari Jombang.

Dalam sidang kemarin, Mas Bechi juga dihadirkan secara langsung. Hanya, saat ME memberikan keterangan sebagai saksi, majelis hakim meminta Bechi keluar dari ruang sidang. Sebagai gantinya, terdakwa mendengarkan keterangan saksi di ruangan lain secara telekonferensi.

”Majelis hakim dengan bijak mengeluarkan terdakwa dari ruang sidang dengan alasan pertimbangan psikologis saksi,” ungkap Firdaus.

Sebenarnya jaksa menghadirkan empat orang saksi dalam sidang kemarin. Namun, hanya saksi korban yang keterangannya baru bisa didengarkan. Pemeriksaan tiga saksi lainnya ditunda karena waktu yang tidak cukup. Sesuai jadwal, sidang lanjutan akan digelar lagi pada Kamis dan Jumat pekan ini. ”Kami ada 40 saksi dalam perkara ini,” katanya.

Sementara itu, Bechi membantah keterangan ME. Dia menantang saksi untuk bersumpah. ”Sudah saya tantang mubahalah untuk membuktikan kesaksiannya,” ujar Bechi seusai sidang saat digiring menuju rumah tahanan.

Seperti diketahui, berdasar dakwaan jaksa, Mas Bechi diduga mencabuli ME di Gubuk Cokro Kembang pada 8 Mei 2017. Terdakwa berdalih akan menjadikan korbannya sebagai sayap kedua.

Bechi mengaku sebagai penjaga lingkaran emas yang baru memiliki satu sayap. Satu sayap yang dimaksud Bechi berarti satu istri. Dia butuh satu sayap lagi dan ingin ME menjadi sayap keduanya.

Bechi memilih ME karena berasal dari tempat asal leluhurnya. Ketika itu terdakwa Bechi berdalih akan menetralkan santrinya tersebut. Sebelum melakukan aksinya, Bechi melakukan proses ijab kabul. Alasannya, agar ME dianggap sah sebagai istri sirinya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c9/ris

Saksikan video menarik berikut ini: