alexametrics

Tiga Pasien RSLI Surabaya Terpapar Virus Varian Delta Asal India

Diduga karena Berinteraksi dengan PMI
16 Juni 2021, 14:14:27 WIB

JawaPos.com – Virus korona varian baru terdeteksi pada tiga pasien Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Hasil uji sampel yang dilakukan Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, mereka terkonfirmasi mengidap virus korona varian Delta B.1.617.2 asal India. Ketiga pasien termasuk klaster Bangkalan, Madura.

Mereka terkonfirmasi Covid-19 dari hasil kegiatan rapid test antigen massal di exit Jembatan Suramadu Minggu (13/6). Mereka masuk RSLI dalam kondisi gejala ringan dan tanpa gejala. Namun, cycle threshold (CT) value mereka tercatat di bawah 25.

Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, tiga pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki. Satu pasien berusia 34 tahun. Dua orang lainnya berusia di atas 50 tahun.

Dua di antaranya merupakan warga Kabupaten Bangkalan, Madura, sedangkan satunya lagi berasal dari Bojonegero. Meski terpapar virus varian baru, mereka bukanlah pekerja migran Indonesia (PMI) dan tidak pernah bepergian ke luar negeri.

”Kami menduga mereka terpapar akibat berinteraksi dengan PMI tanpa disiplin protokol kesehatan (prokes),” kata dr Nalendra.

Seluruh PMI yang tiba di Jawa Timur memang baru diperbolehkan pulang ke rumah setelah dinyatakan negatif Covid-19. Namun, pengawasan hanya dilakukan kepada PMI yang datang melalui transportasi udara.

Tidak ada pengawasan untuk PMI yang tiba melalui jalur laut seperti melalui pelabuhan gelap. PMI tersebut tentu tidak menjalani pemeriksaan Covid-19 saat pulang ke kampung halaman. Itulah yang dapat mengakibatkan penularan.

Guna mempercepat penyembuhan, mereka mendapatkan perawatan lebih intensif. Mereka juga dirawat di ruangan terpisah dan tidak diperbolehkan membaur dengan pasien lainnya.

Nalendra menjelaskan, virus varian baru rentan menyerang usia produktif. Dia melihat dari pemeriksaan CT value pasien. Justru kebanyakan CT value di bawah 25 dialami oleh para remaja, yaitu berusia 19 hingga 20 tahun. Mereka juga tanpa gejala.

”Banyak remaja yang mengalami CT value di bawah 25 karena mereka memiliki mobilitas yang tinggi. Lebih dari orang tua. Ditambah lagi, mereka tidak disiplin prokes,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c6/any

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads