alexametrics

Dampak Lockdown PMK, Jagal Mulai Sulit Cari Sapi Siap Potong

16 Mei 2022, 13:48:59 WIB

JawaPos.com – Lockdown lokal diterapkan untuk mencegah persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Kebijakan yang dilakukan untuk menghentikan mobilitas sementara angkutan ternak itu meresahkan jagal dan pedagang daging sapi. Mereka mulai sulit mencari sapi siap potong.

Kondisi tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPDS) Jawa Timur Muthowif Hadi pada Jawa Pos Minggu (15/5). Menurut Muthowif, penerapan kebijakan lockdown lokal terus meluas. Kebijakan itu tidak hanya berlaku di wilayah Surabaya Raya.

Muthowif mengakui, dampak kebijakan tersebut saat ini memang dirasakan para jagal di Surabaya. Cari sapi siap potong mulai sulit. ”Kami terpaksa mendatangi satu per satu rumah peternak. Harga sapi ikut melambung,” kata Muthowif.

Dia mengungkapkan, para jagal segera mengadakan musyawarah untuk menyikapi kondisi tersebut. Persoalan terkait dengan stok sapi siap potong akan dibahas. Jagal sudah menyiapkan sejumlah opsi sebagai respons atas kebijakan dari pemerintah.

Jika stok terus berkurang, tak tertutup kemungkinan para jagal akan meliburkan diri. Artinya, pemotongan ditiadakan untuk sementara waktu. ”Ini yang harus diantisipasi pemerintah. Waspadai kenaikan harga daging saat jagal mogok,” tutur Muthowif.

Menurut Muthowif, kebu-tuhan sapi potong cukup tinggi. Untuk Surabaya, per hari dibutuhkan 150 ekor. Dengan jumlah sebanyak itu, pemeriksaan terhadap ternak akan sulit dilakukan secara maksimal. Petugas memerlukan banyak waktu untuk melakukan pengecekan.

Dirut PD RPH Surya Fajar Arifianto Isnugroho menegaskan, proses masuknya sapi ke RPH terus diperketat. Selain tenaga kesehatan, personel kepolisian juga ikut terlibat. Setiap hari polisi mengawal distribusi daging dan sapi hidup.

Terkait dengan angka penyembelihan, Fajar menyatakan bahwa saat ini jumlahnya masih normal. Terakhir, total penyembelihan mencapai 150 ekor per hari. ”Pemotongan normal,” kata Fajar.

Dia menuturkan, kebijakan masuknya sapi juga belum berubah. Ternak harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Sapi dari daerah terjangkit seperti Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo juga belum diizinkan masuk. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads