alexametrics

Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Tolak Sapi yang Masuk via Tanjung Perak

16 Mei 2022, 15:48:42 WIB

JawaPos.com – Pembatasan mobilitas ternak dilakukan untuk mencegah persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Dampaknya, 736 sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan di pelabuhan. Pemerintah melarang aktivitas bongkar muat ternak di Pelabuhan Tanjung Perak untuk sementara.

Sapi-sapi dari NTT diangkut menggunakan kapal Calypso. Rencananya, ratusan ternak itu dikirim ke Jakarta via darat. Sapi akan diturunkan terlebih dulu dari kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya Cicik Sri Sukarsih menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan sesuai instruksi Badan Karantina Pertanian (Barantan). Ada berita acara penolakan terhadap sapi. ’’Ada pembatasan ternak yang keluar masuk dari daerah terjangkit,” kata Cicik.

Dia menjelaskan bahwa pemilik telah diberi solusi. Sapi dikembalikan ke NTT atau diangkut dengan kapal menuju Pelabuhan Tanjung Priok. ’’Khawatirnya, ada penyakit yang masuk saat ternak diturunkan,’’ tambah Cicik.

Terkait kondisi ternak tersebut, dia menyatakan bahwa sejumlah petugas sudah melakukan pengecekan. Seluruh sapi dinyatakan sehat. Ternak layak untuk dipotong.

Cicik menyatakan bahwa instansinya telah mengeluarkan kebijakan terkait PMK. Ada larangan bongkar muat sapi di Pelabuhan Tanjung Perak untuk sementara. Sanksi bakal diterapkan untuk masyarakat yang melanggar aturan.

Ketua DPC Organda Khusus Tanjung Perak Kody Lamahayu menyatakan bahwa kebijakan pembatasan berpotensi mengganggu usaha angkutan. Terutama angkutan khusus ternak. ’’Order bisa berkurang,’’ kata Kody.

Meski begitu, dia menyatakan bahwa hingga kini belum ada keluhan terkait persoalan tersebut. Organda masih menunggu masukan. ’’Kami pasti akan berdiskusi, juga memerlukan solusi,’’ jelas Kody.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c12/tia

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads