alexametrics

Cegah Hepatitis Akut dengan Asupan Makanan Sehat

16 Mei 2022, 12:12:48 WIB

JawaPos.com – Temuan hepatitis akut makin meluas. Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bekerja keras untuk mencegah penularan. Caranya, menggencarkan kampanye pola hidup sehat. Khususnya bagi anak-anak.

Pemkot rutin memberikan asupan makanan sehat kepada anak-anak. Khususnya mereka yang tercatat dalam keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyaluran dilakukan kader-kader di lingkungan kelurahan hingga RT/RW.

”Kami aktif memberi bantuan makanan bersih dan sehat sambil terus kampanye ke masyarakat untuk terapkan pola hidup sehat,” kata Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina, Minggu (15/5).

Dinkes mengerahkan petugas kesehatan untuk rutin turun ke bawah. Petugas memberikan edukasi kepada masyarakat secara konsisten. Puskesmas juga disiapkan. Selain itu, penanganan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul di masyarakat.

Memang sejauh ini, sambung Nanik, dugaan kasus hepatitis akut di Surabaya belum ditemukan. Meski begitu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) telah meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

”Semua kasus sindrom jaundice akut yang penyebabnya tidak jelas harus ditangani sesuai dengan SOP serta pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menaruh perhatian serius terhadap penyakit yang penyebabnya belum diketahui itu. Ketua IDAI Jatim dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) menyampaikan, upaya pencegahan dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Polanya hampir sama dengan pencegahan penularan Covid-19.

Misalnya, mengimbau orang tua untuk sering-sering mencuci tangan anaknya setelah bermain di luar. IDAI juga tidak merekomendasikan anak bermain di fasilitas permainan terbuka. Misalnya, tempat bermain anak di mal. ”Karena ini berpotensi jadi sumber penularan,” ujarnya.

IDAI juga meminta anggotanya aktif melakukan surveilans. Pelacakan dilakukan dengan case finding terhadap para penderita hepatitis. Karena itu, IDAI kini membuat data sentral. ”Tim di berbagai daerah di Jatim sedang bekerja untuk melakukan pelacakan,” ungkap Sjamsul. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini: