alexametrics

70 Persen Calon Jemaah Haji Pilih Tunda Berangkat

16 Mei 2022, 12:48:21 WIB

JawaPos.com – Batasan usia membuat banyak calon jemaah haji (CJH) di Surabaya urung menunaikan ibadah haji tahun ini. Berdasar formulir kesanggupan yang disebarkan Kemenag Surabaya, mayoritas pasangan suami istri yang terpaut usia memilih untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Sekitar 70 persen CJH memilih untuk menunda keberangkatan. Itu juga berlaku untuk anak dan orang tua. Hanya sekitar 25–30 persen yang tetap melanjutkan ibadah haji meski harus terpisah.

”Kebanyakan calon jemaah milih menunda karena ada faktor selisih umur,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Surabaya Ahmad Faisol Syaifullah Minggu (15/5).

Kondisi itu terjadi karena syarat jemaah yang bisa berangkat haji berusia maksimal 65 tahun. Jika usianya melebihi 65 tahun, otomatis CJH tidak bisa berangkat. Misalnya, si istri berusia kurang dari 63 tahun, tetapi umur suami lebih dari 65 tahun. Akibatnya, mereka tidak bisa berangkat bersama.

Kasus serupa bisa terjadi pada anak dan orang tua. Misalnya, ada anak dan orang tua yang berencana menunaikan ibadah haji bersama. Namun, karena aturan dari Arab Saudi ini, mereka tidak mungkin berangkat haji secara bersama-sama. ”Secara otomatis akan terdampak aturan itu,” ujar Faisol.

Dia menyampaikan, kondisi itu tidak hanya menimpa CJH Surabaya. Tetapi juga menjadi fenomena nasional. ”Fenomena di Kemenag, banyak yang membatalkan untuk ditunda tahun depan,” ungkapnya.

Penundaan dilakukan karena sejak awal mereka bertekad menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut secara bersama-sama. Baik pasangan suami istri maupun anak dan orang tuanya. Nah, mereka berharap tahun depan ada perubahan kebijakan. Batasan usia maksimal 65 tahun tidak lagi diberlakukan seperti musim haji tahun ini.

Sementara itu, teknis pemberangkatan haji terus dikebut. Sejauh ini, dari 1.344 CJH yang masuk daftar keberangkatan tahun ini, hampir semua sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih). ”Sudah 95 persen yang lunas,” jelas Faisol.

Hanya sekitar 70 CJH yang belum melunasi bipih. Pelunasan ditunggu hingga 20 Mei. Atau, tinggal empat hari lagi. Jika dalam jangka waktu itu mereka belum melunasi bipih, porsi akan diserahkan kepada CJH cadangan.

Menurut Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Surabaya mendapat kuota 70 CJH cadangan. ”Jika kuota reguler tidak terpenuhi, akan diserahkan ke porsi cadangan,” papar Faisol.

Bipih 1443 H atau 2022 M mencapai Rp 42,5 juta. Ketentuannya, jika sudah melunasi bipih pada 2020 dan biaya pelunasan tidak ditarik, CJH tidak perlu membayar kekurangan. Namun, jika menarik biaya pelunasan pada 2020, CJH harus membayar kekurangan sesuai dengan nominal bipih tahun ini.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads