alexametrics

Rapid Test Dadakan di Pasar Pabean, Semua Nonreaktif

16 Mei 2020, 15:15:35 WIB

JawaPos.com – Kedatangan petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sempat membuat heboh para pedagang di Pasar Pabean, Jumat (15/5). Beberapa langsung melarikan diri karena dikira ada yang kedapatan positif Covid-19. Namun, setelah tahu bahwa petugas hendak melangsungkan rapid test gratis, beberapa pedagang malah bersemangat dan langsung minta diperiksa.

Salah satunya, Hengki. Dia langsung maju ketika kursi dan meja pemeriksaan selesai ditata. Setelah para tenaga kesehatan dari Puskesmas Perak Timur sudah siap, dia langsung menyodorkan tangan kanannya dan melihat dengan saksama pengambilan darah itu.

”Saya tunggu ini sudah lama. Dari dulu pengin tes Covid,” ungkapnya. Namun, dia mengaku tidak tahu caranya kalau ingin tes mandiri.

Menurut dia, setelah melakukan tes itu, perasaannya sedikit tenang. ”Iya, sekalian kan, toh ini baru kali pertama tes. Mugo-mugo negatif semua,” ungkapnya. Dia juga tak keberatan kalau sekalian di-swab, asalkan tidak dipungut biaya pemeriksaan. Bahkan, jika pemeriksaan tersebut diinformasikan lebih dulu, dia berencana mengajak saudara dan keluarganya untuk menjalani tes.

Kepala Pasar Pabean Mustajab Ali Munir menyatakan, pihaknya juga tidak mengetahui jika petugas kesehatan dari puskesmas datang untuk melakukan rapid test. Menurut dia, hal itu memang ada baik dan tidaknya. Sebab, ada sebagian pedagang yang terlihat ketakutan ketika petugas datang. ”Tapi, katanya, prosedurnya memang begitu, langsung datang. Wong saya saja baru tahu 10 menit sebelum mereka datang,” jelasnya.

Dia menambahkan, target untuk pasar empon-empon di Pabean hanya diberi kuota 30 orang dan semua terpenuhi. Bahkan, petugas kesehatan dari puskesmas sempat menolak orang yang minta diperiksa. ”Iya, ada yang ditolak tadi, terbatas memang. Tapi, alhamdulillah terpenuhi semua,” tuturnya.

Ali menyatakan, serangkaian protokoler kesehatan benar-benar diterapkan di pasar sisi timur dan barat yang khusus untuk pasar ikan. Dia menambahkan, untuk pasar ikan, skema keluar masuk sudah diberlakukan. Khusus jalur pintu utama untuk akses masuk dan jalur selatan dan utara untuk keluar. ”Pedagang juga aktif. Wong ada yang nggak pakai masker dibengoki. Bahkan, ada yang nekat pinjam masker untuk masuk ke pasar ikan,” ungkapnya, lantas tertawa.

Sementara itu, Lurah Nyamplungan Sudiono Irianto menyatakan bahwa hasil keseluruhan tes untuk 30 orang tersebut nonreaktif. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau untuk melakukan aktivitas dengan protokoler kesehatan. Pihaknya juga berencana melakukan rapid test khusus untuk pasar ikan. ”Yang kurang ini pasar ikan, nanti coba kami koordinasikan untuk pemeriksaan di tempat,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c12/any

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads