alexametrics

Pedagang Pasar Krempyeng Juga Bakal Di-Rapid Test oleh Pemkot Surabaya

16 Mei 2020, 18:18:07 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus merapatkan barisan untuk berupaya memutus rantai persebaran Covid-19. Berbagai cara dilakukan. Salah satunya, menggencarkan rapid test di banyak tempat. Termasuk pasar tradisional.

Terutama, apabila ditemukan kasus positif Covid-19, pedagang lainnya diperiksa. Misalnya, di Pasar Simo, Sukomanunggal. Setelah dua pedagang di pasar tersebut meninggal dengan positif Covid-19, sebanyak 20 pedagang menjalani rapid test. Hasilnya, satu orang reaktif. Pasar ditutup hingga 20 Mei.

Camat Sukomanunggal La Koli mengungkapkan, pihaknya berencana menggelar rapid test kembali di pasar lain di wilayah administratifnya. Lokasi pasar telah ditentukan. Yakni, Pasar Krempyeng di daerah Darmo Permai Timur, Kelurahan Sonokwijenan.

La Koli menuturkan, pasar tersebut ramai pembeli. Hal itu dikhawatirkan memunculkan risiko persebaran virus. ”Pasar buka pagi. Pukul 09.00–10.00 biasanya sudah tutup, tapi tetap harus ada pengawasan,” terangnya saat dihubungi kemarin (15/5).

Pengelolaan Pasar Krempyeng di Darmo Permai Timur tersebut tidak masuk ke PD Pasar Surya. Berdasar data hitungan kecamatan pada tahun lalu, pasar itu memiliki 23 pedagang. Namun, kata La Koli, angka itu perlu dipastikan kembali.

Dia menyatakan, pihaknya telah meminta lurah Sonokwijenan untuk mendata ulang jumlah pedagang. ”Surat dari Bu Lurah Sonokwijenan tentang permintaan bantuan rapid test sudah masuk di kecamatan. Sementara ini, menurut lurah, ada 134 lapak di pasar itu,” papar La Koli.

Menurut La Koli, perilaku pedagang dan pembeli di Pasar Krempyeng tetap perlu dipantau ketat. Dia menyatakan, masih ada beberapa pedagang atau pembeli yang tidak memakai masker. Atau, membawa masker, tapi tidak dipakai dengan tepat.

Apakah kecamatan berencana memberikan garis pembatas physical distancing di Pasar Krempyeng tersebut? La Koli belum bisa memberikan pernyataan. Yang jelas, lanjut dia, semua orang wajib menjaga jarak dan memakai masker. Tanpa terkecuali.

Sementara itu, berdasar pengamatan Jawa Pos, ada beberapa pedagang yang memaksa untuk tetap buka di Pasar Simo. Salah satunya, pedagang di ujung pintu masuk Pasar Simo. Tampak pembeli merapat di lapak itu.

Kondisi tersebut amat disayangkan. La Koli berjanji segera menindak pedagang yang masih membuka lapak. Terpisah, Kasatpol PP Irvan Widyanto menyatakan, pihaknya bakal menutup lapak milik pedagang yang nekat buka. Dia berharap masyarakat bisa kooperatif. ”Segera kami tertibkan,” ujarnya singkat. Jumat malam, petugas langsung mendatangi dan menegur pemilik lapak.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c12/nor

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads