alexametrics

Langgar PSBB Surabaya, Makin Banyak Yang Dipaksa Putar Balik

16 Mei 2020, 17:48:05 WIB

JawaPos.com − Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya tahap kedua sudah berjalan empat hari. Dalam pelaksanaan itu, kepolisian masih saja menemui pelanggaran yang dilakukan pengendara saat memasuki Surabaya.

Banyak pengendara yang nekat masuk Surabaya tanpa alasan yang jelas dan ujung-ujungnya diminta untuk putar balik. Pengendara yang kena razia bisa ditemui di checkpoint exit toll Jalan Dupak Rukun, Asemrowo, Jumat (15/5). Selama satu jam, ada 15 kendaraan yang dipaksa putar balik oleh polisi. Seluruhnya pelat non Surabaya.

Dari pengamatan, banyak yang kebingungan saat dihentikan polisi. Sebagian mengaku tidak tahu jika ada PSBB. ”Banyak yang ingin berbelanja. Terpaksa kami arahkan putar balik,” kata Kasium Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Supriyono. Menurut dia, ada perbedaan pelanggaran dibanding hari-hari sebelumnya. Kemarin banyak kendaraan yang tidak memenuhi syarat dari segi jumlah penumpang.

Para sopir tidak mengindahkan aturan physical distancing. ”Satu mobil dipenuhi enam orang. Jadi, sama sekali tak dibenarkan,” tambah Supriyono.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Sigit Indra menjelaskan, instansinya semakin intensif melakukan pengawasan. Selain di exit toll, kawasan Jembatan Suramadu juga dijaga ketat. Seluruh kendaraan yang mengangkut pemudik langsung disuruh putar balik.

Sigit menegaskan, ada beberapa prioritas sasaran dalam pelaksanaan penyetopan. Salah satu fokus petugas adalah angkutan travel. Polisi akan langsung mengamankan kendaraan berpenumpang banyak jika nekat melintasi Surabaya. ”Sudah ada delapan kendaraan travel yang kami amankan. Kemungkinan bertambah terus,” kata Sigit.

Sementara itu, pelanggaran juga masih terlihat di Jalan Raya Rungkut Menanggal (perbatasan Sidoarjo−Gunung Anyar). Dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid pertama, setidaknya ada 55 mobil dan 80 motor yang masih melanggar aturan dalam seminggu ke belakang. ”Untuk pengemudi roda empat membawa penumpang di atas 50 persen dari total kapasitas. Sementara itu, pengendara roda dua tidak membawa masker atau membawa surat jalan bagi pekerja,” ujar Danramil Tipe A 0831/05 Rungkut Mayor CHB Suprianto.

Misalnya, yang terlihat di perbatasan Tenggilis Mejoyo−Sidoarjo. Para pengendara memiliki beragam alasan. Ada yang menyebut tidak paham aturan PSBB hingga kelupaan. Suprianto berharap pengendara tidak menanggapi kebijakan itu dengan sepele. ”Di PSBB jilid II ini, tidak lagi main-main. Kami akan menindak tegas pelanggar sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pemkot,” jelasnya.

Selain di exit toll Jalan Dupak Rukun, jumlah pelanggaran di beberapa checkpoint PSBB lainnya juga masih tinggi. Salah satunya di bundaran Waru, dalam sehari terdapat 347 kendaraan yang dipaksa putar balik oleh petugas. Sebagian besar merupakan kendaraan pribadi.

Kaur Binops (KBO) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud mengatakan, terjadi peningkatan pelanggaran pada PSBB jilid 2. Di samping itu, volume kendaraan mulai meningkat. Baik untuk motor maupun kendaraan roda empat. ”Memang semakin lama, arus lalu lintas sedikit naik, terutama saat hari efektif,” jelasnya kemarin.

Berdasar data dari pos pantau PSBB bundaran Waru, dalam sehari kemarin terdapat 347 kendaraan yang ditindak. Dari data itu, 227 di antaranya adalah kendaraan pribadi. Sisanya adalah sepeda motor. ”Sekarang penindakan yang kami lakukan adalah langsung mengembalikan ke daerah asal,” tegasnya.

Sebagian besar pelanggaran untuk sepeda motor adalah berboncengan. Untuk kendaraan roda empat, banyak yang melebihi kapasitas dari yang sudah diatur. ”Sudah tidak ada blangko teguran lagi. Pengendara yang melanggar langsung ditindak tegas,” tutur Suud.

Menurut dia, peningkatan jumlah pelanggaran tersebut tak lain karena tingginya volume kendaraan yang melintas. Hal itu terjadi lantaran banyak tempat usaha atau pabrik yang sudah kembali beroperasi. Sebagian besar pengendara adalah karyawan. Itu bisa dilihat saat dilakukan pemeriksaan dokumen. Semuanya menunjukkan surat kerja dari perusahaan.

BENTUK-BENTUK PELANGGARAN YANG DITEMUKAN POLISI

  • Mengangkut pemudik pulang kampong.
  • Penumpang lebih dari tiga orang.
  • Tidak bisa menunjukkan surat keterangan dari kelurahan atau desa.
  • Bepergian ke Surabaya tanpa alasan jelas.

Sumber: Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/jar/omy/c6/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads