alexametrics

Perwali 16/2022, Kantong Plastik Belanjaan Terlarang di Surabaya

Perwali Butuh Sosialisasi Sebulan
16 April 2022, 12:11:03 WIB

JawaPos.com – Sampah plastik jadi ancaman nyata pencemaran lingkungan. Nah, untuk mencegah kondisi itu, Pemkot Surabaya menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Tujuannya, menekan konsumsi plastik. Perwali tersebut mulai dikeluarkan 9 Maret dan baru diberlakukan 9 April lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan sudah melakukan sosialisasi sebelum perwali diterapkan. Sasarannya adalah pasar tradisional, toko swalayan, toko modern, maupun restoran. ”Prinsipnya, kami imbau agar pedagang tidak menyiapkan kantong plastik lagi. Juga agar pembeli bawa sendiri wadah yang ramah lingkungan,’’ kata Hebi Jumat (15/4).

Sosialisasi dilakukan selama sebulan. Mulai 9 Maret sampai 9 April. Upaya itu, jelas dia, cukup membuahkan hasil. Sejumlah tempat perbelanjaan kini sudah tidak lagi menyiapkan kantong plastik. Imbauan juga disampaikan kepada pembeli agar membawa wadah barang belanjaan dari rumahnya. ”Sosialisasi sambil jalan,’’ ujar Hebi.

Perwali 16/2022 adalah respons pemkot untuk mendukung zona ramah lingkungan. Perwali sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis. Perwali itu juga mendukung Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5/2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya.

Nah, agar perwali berjalan maksimal, kata Hebi, pihaknya akan membentuk satgas khusus. Tugasnya memantau dan mengawasi tempat perbelanjaan dari peredaran kantong plastik. Satgas terdiri atas petugas gabungan dari lintas OPD Pemkot Surabaya.

Terbitnya Perwali 16/2022 menjadi sorotan lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah atau yang beken disebut Ecoton. Lembaga itu menilai regulasi tersebut sangat positif untuk menciptakan pro lingkungan di Surabaya. Aturan juga harus ditegakkan kepada pengusaha dan konsumen tanpa pandang bulu. ”Peraturan ini penting sekali untuk mengurangi timbunan sampah plastik,’’ kata Koordinator Zero Waste Ecoton Dr Daru Setyorini.

Saat ini, kata dia, kota-kota besar seperti Surabaya sedang dalam kondisi darurat sampah plastik. Berdasar data, dalam sehari ada 1.600 ton sampah yang masuk ke TPA Benowo. Sebanyak 27 persen di antaranya adalah sampah plastik. Artinya, ada 95 ton sampah plastik per hari yang menumpuk di Surabaya. Nah, perwali diharapkan bisa mengurangi timbunan plastik.

Sementara itu, penerapan pilot project pasar tradisional tanpa plastik di Fresh Market CitraLand mulai membuahkan hasil. Dari data yang dihimpun Komunitas Nol Sampah, penurunan penggunaan kantong plastik pada bulan pertama mencapai 30 persen. ”Saat itu, kami belum bisa meminta pedagang sepenuhnya tidak menyediakan plastik. Karena belum ada dasar hukumnya,’’ ucap Koordinator Publikasi dan Promosi City Management CitraLand Ahmad Helmy.

Edukasi penggunaan tas kain digencarkan demi menekan angka sampah plastik. Pengelola bersama Komunitas Nol Sampah sempat membagikan tas kain dengan menukar kantong plastik yang dimiliki pelanggan. Harapannya, mereka selanjutnya bergeser jadi pengguna tas kain.

Pengelola Pasar Ragu dan Tidak Tegas

Perwali Nomor 16/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik resmi diberlakukan sejak 9 April. Tujuannya, menekan konsumsi sampah plastik demi mencegah pencemaran lingkungan. Bagaimana penerapan di lapangan? berikut Wawancara dengan Koordinator Nol Sampah Wawan Some

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/dya/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads