alexametrics

Jika Target Pendapatan Meleset, Gresik Bisa Naik Status Urgent

15 Oktober 2021, 10:00:50 WIB

JawaPos.com– Tahun anggaran 2021 praktis tinggal dua bulan lagi. Dampak pandemi Covid-19, begitu banyak daerah mengalami loss pendapatan. Sejumlah target pendapatan belum terealisasi. Kondisi sulit keuangan itu juga tengah dialami Pemkab Gresik.

Data yang dihimpun Jawa Pos, total target pendapatan daerah di APBD Gresik tahun anggaran 2021 sebesar Rp 3,29 triliun. Perinciannya, dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,15 triliun, pendapatan transfer Rp 2,03 triliun, dan dari lain-lain pendapatan yang sah Rp 105,44 miliar.

Nah, dari target sejumlah pendapatan tersebut, sejauh ini praktis hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil di lingkungan Pemkab Gresik, belum mampu merealisasikan target pendapatan yang telah dipatok. Total pendapatan baru tercapai sekitar 65,9 persen. Padahal, idealnya sampai triwulan tiga paling tidak sudah tercapai 75 persen.

Dinas kesehatan, misalnya. Dari target pendapatan Rp 60,89 miliar, sampai September baru terealisasi Rp 33,89 miliar (55,6 persen). Lalu, badan pendapatan, pengelolaan, keuangan dan aset daerah (BPKKAD), dari target 2,9 triliun, realiasasinya baru 2,14 triliun (68,14 persen).

Di tengah realisasi pendapatan yang relatif tersendat itu, kebutuhan belanja pada tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 3,59 triliun. Artinya, besar pasak daripada tingan. Ada defisit sebesar Rp 305,9 miliar.

Ketua Tim Anggaran Pemkab Gresik Achmad Wasil mengatakan, jika target pendapatan tahun anggaran 2021 tidak tercapai, maka akan berdampak pada belanja pada tahun anggaran berikutnya. Karena itu, untuk mengejar target itu, pemkab tengah mengusung konsep pemenuhan target pendapatan menjadi berstatus urgent.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son

Saksikan video menarik berikut ini: