alexametrics

Diduga untuk Pekerja Migran Ilegal, Tolak 157 Permohonan Paspor

15 Oktober 2019, 19:59:50 WIB

JawaPos.com – Tak semua permohonan paspor disetujui. Banyak permohonan yang ditolak. Selama Januari–Oktober, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Surabaya menolak 157 permohonan paspor.

’’Salah satunya karena kami menduga pemohon berpotensi memanfaatkan paspornya untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI, Red) nonprosedural. Atau kerap disebut dengan istilah pekerja migran Indonesia nonprosedural (PMI NP),’’ kata Kasi Informasi Kanim Kelas I Khusus Surabaya Ragil Putra Dewa kemarin (14/10).

Menurut dia, hal tersebut bisa diketahui saat proses wawancara pengurusan paspor. Biasanya, pemohon tidak lancar menjawab pertanyaan. Pemohon juga tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen pendukung yang diminta. ’’Misalnya, tujuannya mau berlibur ke Malaysia. Pasti ditanya ke sana kapan, berapa lama, tujuannya ke kota mana saja. Pemohon tidak bisa menjelaskan. Bahkan belum tahu mau berangkat kapan dan belum beli tiket pesawatnya,’’ terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ada juga pemohon yang beralasan mau mengunjungi saudara atau keluarga. Namun, saat diminta menelepon salah seorang anggota keluarga yang dimaksud, ternyata tidak bisa. ’’Hal yang kerap dicurigai adalah usia pemohon paspor,’’ ucapnya. Belum pernah ke luar negeri sama sekali, tapi mengurus paspor meski belum tahu secara pasti negara yang dituju dan tanggal pastinya akan terbang.

Namun, dia menegaskan, penolakan permohonan tersebut bersifat sementara. Hal itu bakal gugur bila pemohon bisa meyakinkan petugas. Caranya, memperlihatkan dokumen atau daya dukung lain. ’’Maka, bilangnya itu menduga, bukan memvonis. Menduga tidak berarti melarang. Sebab, setiap orang berhak memiliki dokumen perjalanan atau paspor. Kecuali mereka yang memang sedang dicekal pemerintah,’’ imbuh alumnus Fakultas Hukum Universitas Negeri Jakarta sekaligus jebolan Politeknik Imigrasi 2004 itu.

Dalam beberapa kasus, pemohon yang mendapatkan penolakan untuk sementara, esoknya langsung balik. Mereka membawa surat ataupun saksi yang bisa meyakinkan petugas untuk meluluskan permohonan. Namun, ada juga pemohon yang sudah berbulan-bulan berikutnya tidak kembali. Untuk kasus yang kedua itu, maka si pemohon mesti melakukan daftar online dari awal lagi saat dia ingin membuat paspor. ’’Kalau dia bisa segera memberikan dokumen pendukung, prosesnya akan dilanjutkan. Tinggal kembali ke imigrasi untuk biometrik dan foto. Namun, kalau sudah terlalu lama, harus kembali melakukan permohonan dari awal,’’ ungkapnya. Meski mengulang permohonan, tidak berarti rekam jejaknya pada permohonan paspor sebelumnya hilang. Itu tetap tercacat pada data petugas.

Tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) Kanim Kelas I Khusus Surabaya di Bandara Juanda juga menunda keberangkatan TKI yang diduga nonprosedural. Ada 352 orang pada periode Januari–Oktober. Hal itu dilakukan sebagai langkah pengamanan awal. Dengan begitu, tidak banyak PMI NP yang bekerja secara ilegal. ’’Kalau tidak resmi, mereka belum tentu digaji. Belum tentu juga bekerja sesuai dengan job desc. Hal-hal seperti itu yang kami minimalkan,’’ jelas mantan Kasi Dokumen Perjalanan Izin Tinggal Keimigrasian di Kanim Kelas II Sibolga tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hay/c13/ai



Close Ads