alexametrics

Pemkot Surabaya Beri Relaksasi Izin Minimarket sampai Akhir Tahun

15 September 2021, 15:58:41 WIB

JawaPos.com- Relaksasi perizinan minimarket di Surabaya belum berdampak signifikan. Masih banyak minimarket yang izinnya kedaluwarsa. Dewan minta agar pemkot segera menertibkan toko modern yang izinnya sudah tidak berlaku. Sebab, ada potensi pendapatan daerah yang bisa dioptimalkan dari sektor tersebut.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz menilai, pengusaha minimarket sudah keterlaluan. Sebab, mereka telah mendapat relaksasi izin sekitar satu tahun. Namun, hingga hari ini masih banyak yang belum mengurus izin operasional yang kedaluwarsa.

Menurut dia, pemkot tidak seharusnya memberikan kelonggaran yang ekstra kepada pemilik minimarket. Sebab, mereka sudah meraup banyak untung dari bisnis yang dijalankan di Surabaya. ”Sebaliknya, pemkot justru dirugikan karena tidak mendapat apa-apa selama relaksasi izin diberikan,” katanya dalam rapat dengar pendapat bersama dinas perdagangan Senin (13/9).

Politikus PKB itu memahami selama pandemi Covid-19 ini semua sektor terdampak. Namun, bagi Mahfudz, pandemi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap minimarket atau toko modern. Sebab, yang dijual rata-rata barang kebutuhan pokok.

Justru selama pandemi ini orang lebih banyak belanja di minimarket dengan alasan keamanan kesehatan. Efek domino dari kondisi tersebut, pasar tradisional akhirnya sepi. ”Nah, pemkot harus peka terhadap fenomena tersebut. Endi onok minimarket sepi selama pandemi ini,” ucapnya.

Memang, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kemarin ada pengaturan jam operasional. Namun, para pemilik toko modern tersebut mengakali jam buka minimarket selama PPKM. Pukul 05.00 sudah buka dan pukul 20.00 tutup. ”Memang tidak melanggar. Tetapi, mereka mengatur waktu buka supaya tetap bisa mendapat untung maksimal,” paparnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : adi/c6/jun

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads