alexametrics

Pelaksanaan PTM Terbatas di Jatim, Disiplin Prokes Masih Jadi Atensi

15 September 2021, 09:48:23 WIB

JawaPos.com – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di jenjang SMA/SMK/SLB/sederajat di Jatim telah berlangsung dua pekan. Meski PTM secara umum sudah berjalan lancar, penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di sekolah masih jadi perhatian utama pemprov.

Karena itu pula, untuk sementara waktu, dinas pendidikan (dispendik) belum mengambil kebijakan soal usulan agar ada penambahan jam belajar, terutama untuk jenjang SMK.

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, saat ini sudah ada 36 kabupaten/kota yang menggelar PTM terbatas. Sejauh ini, yang masih jadi evaluasi utama adalah penerapan prokes. ”Di awal pelaksanaan PTM, masih ditemui siswa yang berkumpul setelah pulang sekolah,” ucapnya.

Mereka duduk-duduk di depan pagar sekolah atau berkumpul di warung kopi. Atas temuan-temuan itu, dispendik telah memberikan instruksi ke sekolah. Untuk mencegah siswa berkerumun. Saat ini kondisinya sudah relatif kondusif.

Disinggung soal tambahan jam belajar yang diusulkan banyak wali murid, Wahid menyebutkan, Jatim saat ini masih menggunakan skema PTM terbatas bertahap. Artinya, PTM masih dilakukan secara bergantian. Pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dulu. Jika sudah berjalan baik, jam belajar bakal ditingkatkan.

Saat ini, dispendik masih menggunakan skema yang sama. Baik di kabupaten/ kota yang menerapkan PPKM level 1 maupun 3. Terutama untuk kuota siswa di tiap kelas. Yakni, hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Sementara itu, awal pekan lalu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Ristek Iwan Syahril mengunjungi pelaksanaan PTM di sejumlah SMA/SMK di Surabaya.

Dari pantauan tersebut, Iwan menyebutkan, penambahan jam pelajaran bisa dilakukan. Asal selama kondisinya terpantau. Daerah tetap bisa melakukan asesmen untuk penambahan tersebut. ”Yang terpenting tetap menerapkan prokes,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c13/ris

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads