alexametrics

1.000 Warga Surabaya Ikuti Vaksin Drive Thru di UMS

15 September 2021, 17:08:13 WIB

JawaPos.com–Vaksin drive thru diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Rabu (15/9). Vaksinasi itu ditujukan bagi 1.000 mahasiswa, dosen, masyarakat umum, dan keluarga sivitas akademika.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, sistem vaksinasi itu akan dijadikan sebagai role model bagi penyelenggara vaksinasi masal di tempat lain. Vaksinasi drive thru bisa menjadi solusi yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

’’Ini well managed. Vaksinasi basis komunitas dengan drive thru ini baru pertama kali. Ini role model bagi tim lain untuk vaksinasi menghindari kerumunan,’’ kata Khofifah ketika meninjau vaksinasi drive thru di halaman UMS, Jalan Sutorejo, Surabaya.

Khofifah menyatakan, Pemprov Jatim mengedepankan sistem pentahelix approach. Artinya, ada pendekatan di seluruh sektor.

’’Ada kampus, media, masyarakat, private sector di dalamnya. Di kampus banyak ide brilian. Ada rekomendasi strategis. Ada solusi masalah dan kampus jadi bagian penting. Kaitan dengan vaksinasi, kampus perannya penting untuk percepatan agar Covid-19 melandai dan terkendali,’’ papar Khofifah.

Gubernur mengklaim 5 persen jatah vaksin dialokasikan untuk universitas di Surabaya. Jatah 5 persen yang diberi istilah buffer itu, akan digunakan menyapa semua elemen strategis di Jatim.

’’Interaksi kita bukan hanya untuk warga Jatim, tapi siapapun yang domisili di Jatim. Termasuk dosen dan mahasiswa UMS,’’ terang Khofifah.

Sementara itu, Rektor UM Surabaya Sukadiono menjelaskan, vaksin dengan metode drive thru itu dialokasikan untuk 1.000 orang hari ini (15/9). Besok (16/9), vaksinasi masih dilakukan dengan jumlah yang sama.

’’Dua hari ini dengan AZ. Lima ke depan, pada 20-24 September, kami akan mengadakan lagi dengan menggunakan sinovac,’’ terang Sukadiono.

Tenaga vaksinator didatangkan dari RS Muhammadiyah Surabaya serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Kedokteran UM Surabaya. Serta FKM UMS.

’’Kami menggunakan drive thru karena kami ingin proses cepat karena kami daftar online dengan aplikasi e-vaksin, entry data lebih cepat karena sebelum divaksin sudah di-entry. Bila beberapa orang belum tahu teknologinya. Kami bantu,’’ kata Sukadiono.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads