alexametrics

Pemkot Surabaya Usulkan 987 Lowongan CPNS

15 September 2019, 17:17:16 WIB

JawaPos.com – Tahun ini pemkot mengusulkan 987 lowongan (formasi) calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jumlah tersebut dibagi atas tiga bidang. Namun, yang belum pasti adalah nilai ambang batas (passing grade) kelulusan untuk seleksi CPNS. Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) II Surabaya masih menunggu penetapan dari pusat.

Kepala Kanreg II BKN Surabaya Tauchid Djatmiko mengatakan, pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Para peserta akan mengikuti tes dengan menggunakan komputer atau sistem CAT (computer assisted test).

Menurut Tauchid, tahapan seleksinya juga masih sama. Setelah lolos seleksi administrasi, peserta harus mengikuti dua seleksi lanjutan. Yakni, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Nah, dalam tes SKD, ada tiga jenis soal yang harus diselesaikan. Yakni, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes inteligensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). ”Jumlah soalnya masih sama. Ada 100 soal,” ujarnya kemarin (14/9) Metode kelulusan peserta juga masih menggunakan sistem passing grade. Namun, belum ditetapkan batasan kelulusan untuk setiap jenis soal maupun akumulasi dari semua soal tersebut. ”Kemen PAN-RB masih merapatkannya bersama BKN pusat,” kata Tauchid.

Tauchid menambahkan, sistem passing grade yang diterapkan tahun lalu memang menuai banyak kritik. Sebab, ambang batas kelulusannya dinilai terlalu tinggi. Beberapa daerah tidak bisa memenuhi kuota formasinya karena banyak peserta yang tidak lulus.

Pada saat seleksi CPNS 2018, ada regulasi susulan yang dibuat di tengah tes yang sedang berjalan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) dan BKN sepakat menurunkan nilai passing grade. Selain itu, ada sistem pemeringkatan yang diterapkan. Jadi, peserta yang tidak lulus diperingkat ulang. Yang terbaik dari yang gagal bisa diluluskan untuk mengisi kekosongan formasi.

Terkait dengan hal itu, Tauchid belum bisa memastikan. Sebab, hingga saat ini belum ada informasi mengenai ambang batas kelulusan untuk seleksi CPNS 2019. ”Kami juga masih menunggu karena di pusat masih dibahas bersama para akademisi. Tapi, ada kemungkinan sama dengan tahun lalu. Tidak mungkin lebih rendah (nilai passing grade, Red),” paparnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengakui, sektor pendidikan memang paling banyak membutuhkan tambahan pegawai. Sebab, banyak guru yang purnabakti. ”Setiap tahun ada 600–700 guru di tingkat SD maupun SMP yang pensiun,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos.

Mia menambahkan, formasi tersebut sudah diusulkan ke Kemen PAN-RB. BKD masih menunggu persetujuan dari pusat. Sebab, ada kemungkinan kuota yang diusulkan tidak sama dengan yang disetujui.

Menurut Mia, jumlah formasi yang diusulkan tidak hanya untuk kuota CPNS. Pemkot juga membuka lowongan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) di bidang pendidikan dan kesehatan. Formasi tersebut dikhususkan untuk pegawai honorer kategori dua (K-2). ”Tapi, itu juga masih menunggu persetujuan dari kementerian,” jelasnya.

Terkait mekanisme pendaftaran, Mia menyebut prosesnya hampir sama dengan 2018. Khususnya untuk dokumen-dokumen yang diperlukan. ”Calon peserta seleksi bisa membuka laman resmi milik BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk informasi lebih jelasnya,” katanya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c7/tia



Close Ads