Edan! Sabu-Sabu 29 Kg dan Satu Truk Pil Koplo Ada di Desa Mojokerto

Digerebek Polres Pelabuhan Tanjung Perak
15 Agustus 2022, 23:19:25 WIB

JawaPos.com- Edan! Siapa sangka kalau di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, ditemukan barang bukti narkoba dengan jumlah fantastis. Terbesar di Jatim. Sebanyak 29 kilogram (kg) sabu-sabu. Nilainya puluhan miliar rupiah. Barang haram itu terkubur di rerimbunan pohon pisang.

Yang mencengangkan lagi, di kampung wilayah kecamatan yang perbatasan dengan Gresik tersebut juga ditemukan tumpukan dus berisi pil koplo atau pil dobel L. Jumlahnya mencapai satu truk. Pil itu disimpan di sebuah garasi rumah salah seorang warga.

Kasus tersebut terungkap saat aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melakukan penggerebekan ke lokasi pada, Sabtu (13/8) siang.

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, penemuan itu bermula dari keberhasilan polisi menangkap TJF. Pemuda yang baru berusia 27 tahun itu diduga terlibat jaringan pengedar narkoba internasinal. Lalu, polisi melakukan penggeledahan di rumah orang tua TJF. Di Desa Temuireng itu/

’’Ada 10 sampai 12 petugas berpakaian biasa yang datang ke lokasi,” kata warga yang mengetahui langsung proses penggerebekan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto (14/8). Dua tempat itu tak dipasangi garis polisi.

Dari tempat penangkapan TJF, polisi menyita sebanyak 113 dus berisi pil dobel L. Pil sesat itu ditumpuk di garasi rumah yang selama ini ditinggali oleh ibu dan nenek TJF. ”Pil koplonya diangkut pakai truk sampai hampir tidak muat,” imbuh pria yang meminta identitasnya tak dipublikasikan ini.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian juga bergerak ke ladang jagung milik orangtua TJF di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong. Berjarak sekitar satu kilometer dari tempat penggerebekan pertama. Dari tempat itu, ditemukan tiga ransel berisi sabu-sabu dengan berat total 29 kg. Serbuk kristal itu ditimbun tepat di bawah pohon pisang. ”Yang satu (ransel) isi 5 kilogram sabu-sabu sama alat-alat hisapnya, satu lagi berisi 12 kilogram, dan satunya lagi isi 12 kilogram,” ungkapnya.

Barang haram itu ditanam di tanah sedalam kurang lebih 50 sentimeter. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 200 meter sisi barat tempat pemakamam umum Dusun Guyangan, Desa Madureso. Kabarnya, proses penggerebekan berlangsung hampir tiga jam. Petugas tidak melibatkan petugas Polsek Dawarblandong maupun Polres Mojokerto Kot

Kasatresnarkoba Polres Mojokerto Kota AKP Edi Purwo Santoso dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di wilayah hukumnya itu merupakan pengembangan kasus yang ditangani pihak bea cukai. ”Yang menggerebek dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.

Dia juga tidak menampik informasi yang didapat barang bukti yang diamankan meliputi 29 kg sabu-sabut dan ratusan karton berisi pil dobel L. ”Hasil cek di lapangan seperti itu, untuk lebih jelasnya dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung yang lebih paham,” ujar Edi.

Mengaku Kertas dan Tinta Sablon

Sementara itu, TJF terbilang begitu lihai menyembunyikan keterlibatan dirinya dalam jaringan narkoba kelas kakap tersebut. Kabarnya, satu truk berisi pil dobel L itu datang pada akhir Juli 2022 lalu. Namun, tak ada satupun warga yang menaruh curiga.

Kepada tetangga sekitar, dia menyebut kardus-kardus itu berisi kertas dan tinta sablon. Titipan dari kakak iparnya yang tinggal di Kota Surabaya. Penemuan barang bukti bernilai fantastis itu pun membuat warga Desa Temuireng kaget bukan kepalang.

Iswati, salah seorang warga, mengungkapkan, selama ini TJF sering melakukan top up game di warungnya. Dia pun tidak menyangka pemuda bersangkutan terlibat peredaran narkoba. ”Kadang ibunya dan neneknya dikasih uang. Itu katanya dari hasil main game,” ujar tetangga dekat rumah orangtua TJF itu.

Selama ini, TJF berdomisili di kampung istrinya, di Desa Madureso. Bersebelahan dengan Desa Temuireng. Kendati sudah tinggal di rumah sendiri, ayah satu anak itu sering terlihat mampir ke rumah orangtuanya. ”Sehari kadang tiga sampai empat kali ke sini,” imbuhnya sembari menyebut tidak tahu pasti pekerjaan sehari-hari TJF.

Menurut Iswati, TJF memiliki kepribadian terbuka. Bahkan, sering bersosialisasi dengan warga sekitar. Kebiasaan mampir itu disebutnya tidak lepas dari keberadaan sang istri yang memiliki warung kopi di Desa Temuireng. Karena itu, dia sama sekali tidak menyangka ketika tetangganya tersebut ditangkap polisi.

Iswati juga mengetahui akhir Juli lalu ada ratusan kardus datang. Tepatnya, pada 24 Juli. Kardus itu dibongkar di garasi rumah. ”Saya masih ingat kok. Katanya isinya kertas dan tinta sablon. Setelah dibongkar terus ditutupi karung,” bebernya.

Dari pengakuan TJF kepada tetangganya, barang itu terpaksa dibongkar di rumah orangtuanya karena toko tempat pengiriman alat sablon sedang tutup. Sepengetahuan Iswati, baru kali itu TJF membawa barang ke rumah. ”Benar-benar tidak ada yang menyangka, lah ternyata isinya pil koplo,” tambahnya. Informasinya, TJF memang memiliki kakak ipar di Surabaya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Desa Temuireng Bajuri mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara rinci penggerebekan yang terjadi di kampungnya. Yang menjadi saksi penggerebekan adalah seorang perangkat desa. ”Saya belum dapat info lengkapnya, kalau tidak salah yang mendampingi kepala Dusun Temuireng,” ujarnya.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: