alexametrics

Di Surabaya, Libatkan Tokoh Agama untuk Bagikan Ribuan Masker

15 Juli 2020, 07:07:04 WIB

JawaPos.com – Operasi patuh masker akan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka diikutsertakan karena dianggap memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat. Keteladanan mereka diharapkan bisa membuat warga semakin patuh pada protokol kesehatan. Operasi masker secara masif dan besar-besaran dilakukan serentak mulai Selasa (14/7) di 31 kecamatan.

Warga yang tak menggunakan masker akan diberi sanksi secara langsung oleh petugas. Sanksinya berupa penyitaan KTP selama 14 hari. Bila tak membawa masker dan tak membawa KTP, orang tersebut akan dibawa ke liponsos. Mereka akan diminta untuk memberi makan orang dengan gangguan jiwa.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan bahwa kemarin ada diskusi dengan para camat untuk membahas razia tersebut. ”Setelah rapat, para camat itu berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat,” ungkap Irvan kemarin.

”Kalau masker itu diberikan pegawai pemerintah atau kelurahan, kan ada unsur formal. Tetapi, kalau yang berikan tokoh masyarakat, warga pasti segan,” tambah Irvan.

Razia tersebut secara khusus akan menyasar lokasi-lokasi di sekitar zona merah persebaran Covid-19, terutama di perkampungan dan perumahan. Di sekitar tempat tersebut akan ada pembagian masker medis.

”Karena ada informasi dari WHO kalau persebaran Covid-19 ini lewat udara,” kata dia. Penggunaan masker medis itu diharapkan bisa menghambat persebaran Covid-19.

Razia tersebut juga akan melibatkan jajaran kepolisian dan TNI. Sebelumnya, ada pula razia yang menyasar pasar tradisional, moda transportasi darat, dan tempat makan, termasuk warung makan, warung kopi, kafe, serta restoran.

Razia hari ini juga akan memastikan kondisi terkini Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo beserta satgas di dalamnya. Yang terpenting, dalam operasi itu akan dibagikan ribuan masker kepada warga Kota Surabaya. Nanti sasarannya adalah area permukiman penduduk, terutama permukiman penduduk yang terdapat pasien terkonfirmasi Covid-19. Operasi itu akan dilakukan hari ini hingga lusa (16/7). Waktunya, hari ini pukul 15.00−17.00. Kemudian, Rabu mulai pukul 08.00 hingga 10.00 dan Kamis pukul 19.00−21.00.

Sementara itu, operasi patuh masker di sektor transportasi masih berlangsung kemarin di Jalan Kedung Cowek. Aparat dari Kecamatan Kenjeran, Satpol PP Kota Surabaya, BPB linmas, Dishub Surabaya, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak terlibat dalam operasi pada sore itu. Sedikitnya 101 orang diberi surat pelanggaran serta disita KTP-nya.

Mobil yang ditumpangi anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sampang Abdus Salam juga dihentikan petugas karena sopirnya tidak memakai masker. ”Kalau bisa, sering-sering saja operasi ini. Kan new normal memang membiasakan yang tidak biasa,” kata dia.

Lisa Dewi, warga Gubeng yang mengendarai mobil tanpa masker dan tidak membawa KTP, ditindak petugas. Dia pasrah saat dibawa petugas menuju kantor Satpol PP Kota Surabaya. ”Masker ada sih. Cuma, enggak saya pakai aja tadi,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/zam/c6/git




Close Ads