alexametrics

Dilarang Berjualan di Jembatan Benteng, Minggu Depan Bakal Ditertibkan

15 Juli 2019, 19:48:27 WIB

JawaPos.com – Setelah Tugu Pahlawan steril dari pedagang tiga minggu terakhir, kemarin (14/7) puluhan petugas satpol PP diterjunkan untuk mengawal pasar tumpah di kawasan Jembatan Benteng. Setiap Minggu, para penjual burung membuka lapak dan memenuhi jembatan. Hal itu menyulitkan pengendara yang lewat sehingga menimbulkan kemacetan.

Situasi itu juga terlihat Minggu (14/7). Dibutuhkan kesabaran untuk melewati Jalan Pati Unus sampai Jembatan Benteng. Jalanan sesak dengan aktivitas jual beli hewan peliharaan. ’’Yang paling banyak dijual ya burung dari dulu,’’ kata Mulyono, warga Krembangan Utara.

Di kawasan tersebut juga banyak pergudangan. Terutama di Jalan Kalimas Timur dan Jalan Kalimas Barat yang juga terhubung oleh Jembatan Benteng. Truk trailer sudah biasa melakukan bongkar muat barang di sana. Jika kendaraan berukuran besar itu melintasi jembatan tersebut untuk menuju pergudangan, otomatis kemacetan semakin parah.

Sebelumnya, ada pemasangan banner oleh petugas satpol PP yang berisi imbauan agar pedagang berpindah ke pasar unggas di Jalan Raya Mastrip. Namun, sempat ada penolakan yang ditunjukkan dengan pencoretan banner. Petugas satpol PP pun melakukan pengawasan langsung.

Untuk meminimalisasi dampak kemacetan di sana, puluhan petugas satpol PP diterjunkan kemarin (14/7). ’’Kami melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang. Ada larangan berjualan mulai minggu depan,’’ kata Sudiro, seorang anggota satpol PP yang bertugas.

Jika masih mokong, minggu depan pedagang akan ditertibkan. Hal itu cukup beralasan. Jika dibiarkan terus-menerus, pasar tumpah tersebut akan memperparah kemacetan di sana. ’’Itu banyak yang bukan PKL. Ada juga warga yang datang bawa satu dua burung, lalu dijual di sini. Jadi ya repot,’’ tambah Sudiro.

Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto membenarkan mengenai hal itu. Urusan ketertiban umum di Surabaya Utara menjadi sorotan instansinya. Pasar tumpah di kawasan Tugu Pahlawan dan Jembatan Benteng memang paling sering dikeluhkan pengendara. Sebab, arus lalu lintas terganggu. Selain itu, sampah yang ditinggalkan setelah pasar bubar menjadi keluhan warga sekitar.

Irvan menegaskan, kemarin merupakan peringatan terakhir. ’’Ini sudah peringatan ketiga, terakhir,’’ katanya kemarin. Jika pedagang masih membandel, pihaknya tidak segan untuk melakukan tindakan tegas Minggu depan (21/7). Termasuk melakukan penertiban.

Pemkot tidak asal membuat larangan untuk berjualan. Sebenarnya sudah disediakan tempat relokasi bagi para pedagang di sekitar Jembatan Benteng. Yaitu, pasar unggas Jalan Raya Mastrip. Hanya, ada sejumlah kendala yang hingga kini masih dibahas. ’’Kami masih melakukan pendekatan terus dengan pedagang,’’ tutur Irvan.

Sementara itu, solusi untuk para pedagang Tugu Pahlawan juga terus dicari. Irvan memastikan, pihaknya akan mengundang perwakilan pedagang ke kantor satpol PP hari ini (15/7). Tujuannya, membuat kesepakatan. Jika masih ingin berjualan, para pedagang harus menaati aturan. Di antaranya, jam berjualan, dilarang menggelar lapak di atas trotoar, serta tidak boleh menutup akses mobil PMK

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yon/c19/nor


Close Ads