alexametrics

Setahun Pandemi, Penyintas Covid-19 Masih Rasakan Diskriminasi

15 April 2021, 03:48:34 WIB

JawaPos.com – Persebaran virus Covid-19 di Surabaya terus melandai. Setiap harinya puluhan hingga ratusan pasien Covid-19 berhasil disembuhkan. Namun, tak berarti masalah selesai. Diskriminasi serta penolakan warga masih dirasakan para peyintas.

Andinur, misalnya. Perempuan 47 tahun itu merupakan alumnus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Setelah dirawat selama lima hari, Minggu (11/4) Andinur dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Kabar itu membuatnya senang. Sebab, dia dapat berkumpul kembali bersama keluarga. Namun, bagi Andinur, masih ada yang menganjal atas kepulangannya. Dia khawatir warga tidak menerima kepulangannya.

”Perasaan (khawatir, Red) itu timbul atas curhatan anak. Selama saya dirawat dan anak menjalani isolasi di rumah, warga berubah sikap. Seperti menjauhi keluarga saya. Padahal, anak dan suami saya dinyatakan negatif Covid-19,” kata warga Kecamatan Kenjeran tersebut.

Keresahannya itu lantas diceritakan terhadap petugas pendamping pasien RSLI. Agar pemulangan berjalan lancar, mereka berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Akhirnya pihak RT menjamin keselamatan Andinur. Kini dia bisa berkumpul bersama keluarga. ”Sampai saat ini belum keluar rumah. Karena masih isolasi mandiri,” ujarnya.

Petugas pendampingan keluarga pasien RSLI Sita Pramesthi mengatakan, permasalahan yang dialami Andinur bukan hal pertama. Maret lalu, sebanyak 234 penyintas masuk kategori pendampingan. Setelah dinyatakan sembuh, mereka tidak diperbolehkan kembali ke tempat tinggalnya. Dari jumlah tersebut, 70 persen menimpa penghuni kos-kosan. Pemiliki kos mengusir mereka secara paksa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c13/any

Saksikan video menarik berikut ini: