alexametrics

Tes Swab Menurun. Klinik dan RS Fokus Tes Antibodi dan Booster

15 Maret 2022, 23:52:21 WIB

JawaPos.com- Keputusan peniadaan tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan berdampak pada klinik dan rumah sakit. Surat edaran (SE) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, para pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) tak perlu menyertakan bukti negatif tes PCR atau antigen. Permintaan untuk menjalani tes PCR dan antigen jelas merosot meski tak sampai 100 persen.

”Kami sendiri memang mengalami penurunan sampai 60 persen untuk PCR dan antigen sejak keputusannya diberlakukan,” kata Manajer Penunjang Medis National Hospital dr Silvia Haniwijaya Tjokro MKes.

Pihaknya tak mempermasalahkan perubahan syarat tersebut. Stok reagen yang digunakan untuk pemeriksaan juga dinilai aman. ”Tidak akan ada penumpukan sampai kedaluwarsa, dijaga stoknya sesuai prediksi,” sambung perempuan berambut panjang itu. Adanya kebijakan tertentu pasti melihat kondisi masyarakat secara umum. Pihaknya tetap berjaga dengan kondisi yang belum menentu ke depan.

Gelombang Omicron yang sudah perlahan berlalu patut disyukuri. Namun, masyarakat juga tak bisa lengah. ”Jadi, sekarang kita fokus bantu percepatan program vaksinasi booster,” jelas Silvia saat ditemui kemarin (14/3). Pihaknya memanfaatkan stok Sinopharm untuk pasien-pasien RS yang membutuhkan.

Selain itu, rumah sakit meningkatkan layanan di bidang lain. Salah satunya melalui pelayanan pengecekan antibodi RBD dan vitamin D. Dua jenis tes tersebut memang dikenalkan sejak vaksin dosis pertama diberikan.

”Tujuannya, mengetahui tingkat antibodi yang dimiliki tubuh,” papar Silvia. Vitamin D dikaitkan erat dengan kebutuhan tubuh terhadap imunitas. Defisiensi vitamin D juga bisa membahayakan tubuh. ”Jadi, dua tes itu bukan hanya untuk yang sudah divaksin dan survivor,” sambungnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : dya/c7/ady

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads