alexametrics

Berwisata Religi ke Makam Islam Tertua Se-Asia Tenggara di Gresik

15 Januari 2022, 13:06:47 WIB

JawaPos.com- Tidak banyak kabupaten/kota dengan kekayaan cagar budaya berupa makam para tokoh penyebar Islam di nusantara. Nah, di antara yang sedikit itu ada Kabupaten Gresik, Jatim. Kini, makam-makam bersejarah itupun menjadi destinasi wisata religi. Setiap tahun, ribuan orang berkunjung.

Salah satu di antara makam tersebut adalah makam Siti Fatimah binti Maimun. Makam di Desa Leran, Kecamatan Manyar, itu termasuk makam Islam tertua di Indonesia. Bahkan, disebut-sebut di Asia Tenggara.

Memang, pengunjung makam Siti Fatimah binti Maimun, tidak seramai ke makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Dua nama yang termasuk Wali Songo. Cuma pada momen-momen tertentu saja peziarah ramai berdatangan ke makam Siti Fatimah binti Maimun seperti saat haul. Yakni, setiap tanggal 15 Syawal.

‘’Siti Fatimah binti Maimun atau dikenal juga Putri Retno Suari itu memiliki jasa besar untuk Gresik sebagai penyebar awal agama Islam pertama,’’ kata Dr Muhammad Thoha, sejarawan Gresik.

Hanya, lanjut dia, proses penyebaran Islam yang dilakukan Siti Fatimah binti Maimun bersifat personal. Lingkup wilayahnya hanya komunal atau di lingkungan sekitarnya. Beda dengan yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri atau para Wali Songo lainnya yang sudah bersifat politik pemerintahan.

‘’Saat itu, masyarakat Gresik, terutama wilayah Leran dan sekitarnya masih beragama Hindu,’’ ujarnya.

Pepohonan cukup rindang. Menghias kanan-kiri jalan begitu memasuki Desa Leran, kompleks makam Siti Fatimah binti Maimun. Lokasinya, tidak jauh dari kawasan pelabuhan internasional JIIPE Manyar. Saat JawaPos.com berkunjung pada Kamis (13/1) siang, suasana makam itu sepi. Belum ada seorang pun peziarah yang datang.

Makam Siti Fatimah binti Maimun berada di dalam sebuah cungkup. Dibangun berbahan batu kapur. Meninggi. Dikutip dari website Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Gresik, bebatuan itu diambilkan dari Gunung Suci, salah satu desa di wilayah Kecamatan Manyar.

Cungkup tersebut menyerupai bangunan sebuah candi. Konon, cungkup tersebut dibangun seorang Raja Majapahit yang beragama Hindu, yang dulu hendak mempersunting Siti Fatimah binti Maimun.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: