alexametrics

Ello Kembalikan Sedan Mewah Reward Memiles

15 Januari 2020, 14:15:44 WIB

JawaPos.com – Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello bersaksi di Polda Jatim kemarin (14/1) dalam kasus investasi yang melibatkan PT Kam and Kam (Memiles). Penyidik memeriksa Ello dengan mengajukan 45 pertanyaan. Selama menjadi member Memiles, dia sempat mendapat reward berupa sedan mewah.

Ello menjalani pemeriksaan selama delapan jam. Dia datang pada pukul 10.00 dengan didampingi penasihat hukumnya, Jasman Damanik. ’’Saya dapat reward sesuai dengan prosedur. Saya kaget, saat press release Polda Jatim, ada kasus ini,’’ ucap Ello setelah menjalani pemeriksaan Ello mengungkapkan, dirinya merupakan korban Memiles. Alasannya, pria kelahiran Jakarta itu tidak tahu prosedur pemberian reward. Bahkan, mobil yang didapatnya tersebut sudah dikembalikan ke kepolisian. Dia merasa terganggu ketika namanya disebut di banyak media massa. Ello pun merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. ’’Saya terganggu nama saya dicatut,’’ katanya.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan kemarin, Ello terlihat santai. Mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru, dia mengaku sedang terburu-buru. ’’Sorry ya, saya harus jalan dulu. Saya harus ngejar jadwal pesawat,’’ ujarnya.

Sementara itu, sekitar 20 member Memiles juga berdatangan ke Polda Jatim kemarin. Mereka merupakan kelompok yang mendukung usaha Memiles tidak ditutup. Salah satunya adalah Ikhwan Azis. Pria asal Bekasi itu jauh-jauh datang ke Surabaya untuk mengunjungi gurunya yang tertimpa musibah. Yakni, Master Sanjay. ’’Saya sangat prihatin. Niatan saya di sini adalah menjenguk kawan kami,’’ ucapnya.

Meski begitu, dia tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Dia menganggap tidak ada yang salah dalam aplikasi tersebut. Menurut Ikhwan, kesalahan itu terletak pada oknum-oknum yang bermain. ’’Ini prestasi anak bangsa lho, Pak. Ini aplikasi cemerlang. Seharusnya pemerintah bisa melihat potensi bisnis ini,’’ tuturnya.

Pria 38 tahun tersebut menganggap aplikasi itu bukan investasi bodong. Menurut dia, perusahan Memiles adalah perusahaan terbuka. Jadi, semua orang bisa menaruh dana di sana. Selain itu, dia meminta Memiles bisa kembali aktif.

Ikhwan menjelaskan, Memiles merupakan aplikasi iklan. Nah, iklan itu yang harus dibeli masyarakat. Dari iklan tersebut, member memperoleh reward. ’’Iklannya seperti itu, bukan iklan sembarangan. Ini asli. Saya saja sudah bisa jual dua mobil dari aplikasi ini,’’ ungkapnya.

Caranya adalah membeli slot iklan. Slot tersebut boleh dijadikan apa pun dan digunakan kapan saja, serta produk yang dijual apa saja. ’’Kebebasan member. Janggalnya di mana? Pasang iklan kan bebas,’’ tegas dia.

Pada bagian lain, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya kelompok yang mendukung Memiles. Bagi dia, kelompok itu kurang mengetahui proses hukum yang terjadi. Menurut dia, produk yang diperdagangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Alasannya, setiap orang atau member baru harus menunggu. Padahal, dia telah menyetor ratusan juta rupiah. Bahkan, kerugian tersebut bisa dilihat dari setiap laporan secara langsung maupun online.

’’Lalu, apa yang diharapkan? Berharap mendapat hadiah, sedangkan hadiah itu diberikan ke member yang jauh lebih dulu dijanjikan. Sistem ini sudah salah menurut undang-undang perbankan,’’ paparnya.

Trunoyudo menegaskan, polisi bakal memanggil lagi figur yang dikenal publik. Mereka adalah Adjie Notonegoro dan Judika. Keduanya memenuhi panggilan pekan depan. ’’Ditunggu saja. Kami masih periksa seluruh saksi secara intensif. Korban silakan melapor ke SPKT,’’ tutur perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Sebagaimana diberitakan, dalam kasus itu, 264 ribu member telah bergabung dengan bisnis iklan tersebut. Rata-rata, mereka telah menginvestasikan ratusan juta rupiah. Dari kasus itu, empat tersangka telah ditetapkan Polda Jatim. Alasannya, bisnis tersebut menggunakan skema piramida yang dilarang Undang-Undang Perbankan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c14/git


Close Ads