alexametrics

Cak Nur setelah Resmi Plt Bupati Sidoarjo: Akhiri Polemik dengan Dewan

15 Januari 2020, 15:25:33 WIB

JawaPos.com – Kota Delta resmi punya ”bupati baru”. Kemarin (14/1) Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati Sidoarjo. Pejabat yang karib disapa Cak Nur itu menggantikan posisi Saiful Ilah yang sedang terjerat kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Surat perintah tugas (SPT) sebagai Plt bupati itu diterima Cak Nur di Gedung Grahadi Surabaya. Kabiro Hukum Pemprov Jatim Jempin Marbun membacakan isi surat tersebut. Ada dua perintah. Pertama, Pemprov Jatim memerintahkan Cak Nur untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai bupati. Kedua, Cak Nur diminta untuk melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada menteri dalam negeri (Mendagri).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan lembaran SPT tersebut kepada Cak Nur. Keduanya sempat berbincang. Khofifah meminta Cak Nur untuk segera melanjutkan pembangunan Sidoarjo yang sempat tertunda.

Kepada media, Khofifah mengatakan bahwa pemprov sudah menerima surat dari Kemendagri. Isinya meminta gubernur Jatim segera mengeluarkan SPT Plt bupati Sidoarjo. Cak Nur ditunjuk sebagai nakhoda baru. ”Selamat bertugas,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan harapannya. Ada dua poin. Harapan pertama, dia meminta Cak Nur segera menjalankan tugas baru tersebut. Pemkab harus menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. ”Segera ciptakan kondusivitas,” terangnya.

Harapan kedua, Khofifah meminta Cak Nur segera menggelar pertemuan dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). ”Dinas harus menjalankan program yang tertuang di dalam APBD,” ucapnya. Fokus utamanya adalah pembangunan. Menurut Khofifah, proyek infrastruktur tak boleh mandek.

Cak Nur juga menyebutkan tiga prioritas pekerjaan yang harus dituntaskan. Pertama, proyek fisik tahun lalu yang belum rampung. Di antaranya, peningkatan jalan, pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Krian, dan revitalisasi pasar baru Porong. ”Waktu pengerjaan pembangunan sudah ditambah 50 hari. Harus tuntas,” tegasnya.

Fokus kedua adalah menciptakan suasana kondusif di birokrasi. Hal itu berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK pekan lalu. Cak Nur akan mengumpulkan seluruh dinas. Tujuannya sebagai langkah introspeksi. ”Setelah itu, mari bersama-sama melihat ke depan,” paparnya.

Fokus ketiga, yang tidak kalah penting, adalah memperbaiki hubungan eksekutif dan legislatif. Satu tahun lalu dewan dan pemkab selalu berseteru. Perdebatan dipicu pembangunan RSUD Sidoarjo Barat.

Cak Nur berjanji bahwa pemkab akan menuntaskan polemik pembangunan RSUD Sidoarjo Barat. Dia bakal duduk bersama kalangan legislatif. ”Intinya, RSUD Sidoarjo Barat harus dibangun,” jelasnya.

Lantas, bagaimana jabatan kepala dinas PU bina marga dan sumber daya air serta kepala dinas komunikasi dan informatika yang kosong karena OTT KPK? Politikus PKB itu memastikan bahwa pemkab segera menunjuk pejabat baru. ”Harus diisi. Jangan sampai mengganggu kinerja pemkab,” tegasnya.

Tentang Cak Nur

Tempat tanggal lahir :

Sidoarjo, 15 Oktober 1963

Istri :

Turidatus Salimah

Anak:

– Chulliyatul Murodah

– Moh. Abdul Aziz

– Hanif Mubarrok

Riwayat Jabatan

– Ketua komisi C periode 2009–2014

– Wakil bupati Sidoarjo 2016–2020

– Plt bupati Sidoarjo 2020–2021

Karir di Partai Politik

– Sekretaris PAC PKB Waru periode 1998–2004

– Ketua PAC PKB Waru periode 2004–sekarang

– Wakil sekretaris DPC PKB periode 2004–2009

– Wakil Ketua DPC PKB periode 2009–sekarang

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c11/roz


Close Ads