alexametrics

Ahli Waris Zangrandi Rebutan Saham, Tiga Saudara Kandung Jadi Terdakwa

15 Januari 2020, 16:04:08 WIB

JawaPos.com –  Tiga ahli waris pemilik PT Zangrandi Prima disidang karena sengketa saham perusahaan produsen es krim tersebut. Mereka adalah Willy Tanumulia, Grietje Tanumulia, dan Emmy Tanumulia. Ketiganya didakwa menggelapkan saham Evy Susantidevi Tanumulia, saudara kandung mereka.

Tiga terdakwa itu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kemarin (14/1). Jaksa Damang Anubowo menjelaskan bahwa Zangrandi didirikan pasangan suami istri mendiang Adi Tanumulia dan Jani Limawan. Setelah keduanya meninggal, bisnisnya dikelola tujuh anak kandungnya dengan pembagian saham.

Salah satunya, Sylvia Tanumulia yang memiliki 20 lembar saham senilai Rp 20 juta. Tiga terdakwa masing-masing memiliki 10 lembar saham senilai Rp 10 juta. Sylvia yang merupakan anak pertama lantas membuat surat pernyataan di hadapan notaris. Isinya menerangkan bahwa 20 lembar saham itu bukan sepenuhnya miliknya. Dia hanya memiliki 10 lembar saham. Sepuluh lembar saham lainnya adalah milik adiknya, Evy. Hal tersebut dilakukan karena Evy menikah dengan warga negara Belanda.

’’Sylvia Tanumulia hanya dipinjam nama untuk penyetoran 10 saham tersebut,’’ ujar jaksa Damang. Sepuluh saham itu menjadi hak Evy. Sylvia tidak berhak menjual saham tersebut tanpa persetujuan Evy.

Selanjutnya, pada 25 Oktober 2012, Sylvia membuat surat wasiat. Dia menghibahkan 20 lembar saham PT Zangandri Prima kepada tiga terdakwa. Masing-masing 35 persen. Termasuk aset Evy. Sylvia meninggal pada 3 Maret 2013.

Ketiga terdakwa lantas pergi ke notaris pada 2014. Mereka membuat pernyataan yang isinya menyatakan bahwa ketiganya mengetahui hanya 10 di antara 20 saham yang menjadi milik Sylvia. Sisanya merupakan milik Evy.

Pada 27 April 2016, terbit akta yang berisi tentang ahli waris harta Sylvia. Mereka adalah Robby Ichwan Tanumulia, Emmy, Willy, Ilse, dan Evy yang masing-masing mendapatkan hak seperenam. Satu lagi, Grietje memperoleh seperlima. Mereka semua adalah saudara kandung Sylvia.

Direktur Zangrandi Fransiskus Martinus dan tiga terdakwa mengadakan RUPS luar biasa tanpa dihadiri seluruh pemegang saham. RUPS itu membahas pengalihan saham Sylvia kepada ketiga terdakwa. Termasuk saham milik Evy yang beralih kepada para terdakwa. Fransiskus akhirnya mengesahkan hasilnya meski tidak kuorum.

Dengan adanya RUPS tersebut, saham Sylvia beralih kepada ketiga terdakwa. Willy dan Grietje mendapat tujuh lembar saham dan Emy memperoleh enam lembar saham. Ketiga terdakwa dianggap bersalah menggelapkan saham Evy. ’’Dari awal, terdakwa tahu 10 di antara 20 saham Sylvia milik Evy. Namun, mereka tetap mengalihkan saham kepada terdakwa,’’ jelas Damang.

Sementara itu, ketiga terdakwa mengajukan eksepsi. Namun, pengacaranya, Erles Rareral, belum berkenan menjelaskan alasan eksepsi. ’’Kami eksepsi. Tapi, nanti ya kami jelaskan alasannya dalam waktu dekat,’’ ucap Erles.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c14/eko


Close Ads