alexametrics

Konstruksi Lebih Kuat, Dermaga Kalimas Kembali Difungsikan

14 November 2019, 17:59:53 WIB

JawaPos.com – Perbaikan Dermaga Kalimas yang digarap empat bulan terakhir rampung. Saat ini titik bersandarnya kapal yang ambrol pada Januari 2019 tersebut sudah bisa dipakai lagi. Pelindo III mewacanakan program renovasi kembali pada 2020 di titik dermaga lainnya.

Tuntasnya perbaikan diumumkan Pelindo III Regional Jatim melalui rilis kemarin (13/11). Melalui tulisan, pihak Pelindo menyatakan bahwa perbaikan dermaga memakan waktu 120 hari. Tertulis pula nilai anggarannya, yakni Rp 12 miliar.

Kepala Humas Pelindo III Regional Jatim Rendy Fendy menjelaskan bahwa titik dermaga yang ambrol secara resmi kembali difungsikan. Pemilik kapal tidak perlu khawatir karena konstruksi bangunan dirancang lebih kuat daripada sebelumnya. ’’Ada perubahan struktur dan materi. Dermaga yang sebelumnya berupa talud (bangunan yang disusun dari batu kali) diganti sheet pile (CCSP) yang diperkuat balok di atasnya (caping beam),’’ kata Rendy.

Dia menambahkan bahwa penguatan juga dilakukan di lantai dermaga dan sarana tambat. Dengan adanya perubahan struktur bangunan tersebut, Rendy optimistis mampu mempermudah aktivitas bongkar muat. Truk bisa lebih nyaman masuk ke dermaga. Selain itu, kapal tidak perlu lagi ’’berebut’’ mencari tempat bersandar.

Perlu diketahui, Dermaga Kalimas ambrol pada Januari 2019. Peristiwa tersebut terjadi karena tergerusnya bangunan oleh air hujan. Panjang kerusakan mencapai 25 meter. Yakni, berada di kade meter 1.350–1.375.

Setelah ambrol, Pelindo menerjunkan tim untuk melakukan investigasi. Mereka lantas bergerak melakukan perbaikan. Karena mempertimbangkan kondisi bangunan, perbaikan dilangsungkan melebihi dermaga yang ambrol. Panjang dermaga yang direnovasi mencapai 170 meter.

Rendy menjelaskan bahwa program perawatan Dermaga Kalimas terus dilangsungkan. Pada 2020, Pelindo berencana merenovasi titik dermaga lainnya yang kondisinya mengkhawatirkan.

Beberapa titik sandaran kapal dinilai rawan rusak saat hujan. Kondisi itu tidak lepas dari usia. Konstruksinya dirancang pada zaman Belanda. Selain melihat fisik dermaga, perbaikan digarap dengan mempertimbangkan peningkatan arus barang di Kalimas. Jumlah barang yang keluar masuk naik signifikan dibanding pada 2018. Angkanya mencapai 90.112 ton.

’’Tahun lalu hanya sekitar 34.907 ton,’’ kata Rendy. Dia menerangkan bahwa ada banyak jenis barang yang dikirim via Kalimas. Selain sembako, ada jenis kayu yang dibawa ke luar pulau

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c15/nor



Close Ads