alexametrics

Raibnya Tabungan Rp 395 Juta, Danamon Persilakan Eric Ajukan Gugatan

14 Oktober 2020, 10:15:52 WIB

JawaPos.com – Kasus hilangnya tabungan Eric Priyo Prasetyo sebesar Rp 395 juta disikapi Bank Danamon. Bank tersebut mempersilakan Eric menggugat di Pengadilan Negeri Surabaya.

Regional Head Jawa Timur Bank Danamon Eka Dinata mengatakan, sudah menjadi hak Eric untuk mengajukan gugatan apabila merasa dirugikan. ”Bank Danamon menghormati penuh proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya dan senantiasa kooperatif kepada pihak otoritas jika dibutuhkan,” tuturnya kemarin (13/10).

Untuk menjaga tabungan, Bank Danamon mengimbau agar para nasabah menjaga keamanan data pribadinya masing-masing. Salah satunya, tidak memberikan data pribadi kepada pegawai bank. ”Jangan pernah memberikan data dan informasi pribadi terkait rekening atau kartu ATM/debit/kredit seperti PIN, user ID, password, kode token/OTP/M-PIN, atau CVV kartu kredit ke pihak lain. Termasuk petugas bank. Pihak bank tidak akan pernah meminta informasi tersebut,” katanya.

Selain itu, nasabah diminta memanfaatkan fitur-fitur keamanan yang disediakan bank. Antara lain, menggunakan PIN enam digit untuk kartu kredit, menggunakan one time password (OTP), serta memantau semua jenis transaksi seperti transfer melalui internet banking Danamon online banking dan aplikasi mobile banking D-Bank untuk kartu debit serta DCard Mobile untuk kartu kredit.

”Jika melihat transaksi mencurigakan atau melakukan pemblokiran kartu kredit melalui aplikasi D-Card Mobile dengan menghubungi Hello Danamon (1-500-090, Red),” ujarnya. Nasabah juga diminta selalu memperbarui data secara berkala untuk memastikan informasi yang disimpan bank sudah benar dan akurat.

Sebagaimana diberitakan, tabungan di rekening Bank Danamon milik Eric hilang setelah mengajukan permohonan penutupan nomor HP yang tersambung dengan akun bank di Grapari Telkomsel Kayoon Surabaya.

Eric sebelumnya diteror penelepon gelap yang mengaku sebagai customer service Bank Danamon. Penelepon minta kode aktivasi yang terkirim lewat SMS di nomor selulernya. Eric tidak memberikannya atas saran pihak bank. Hingga puluhan nomor telepon berbeda yang tak dikenal menghubungi HP Eric setiap hari. Merasa tak nyaman, Eric menutup nomor HP.

Berdasar konfirmasi dari Grapari, Eric meyakini nomor selulernya digandakan setelah dirinya mengajukan permohonan penutupan nomor. Penelepon gelap itu mendapatkan kode aktivasi dari nomornya yang sudah digandakan untuk membobol tabungannya.

Sementara, pihak Telkomsel mengklaim telah menerapkan sistem keamanan yang ketat dalam pengajuan deaktivasi atau reaktivasi layanan atau pergantian SIM card. Misalnya, karena upgrade, hilang, atau rusak.

”Telkomsel telah menerapkan SOP (standard operating procedure) yang tegas untuk memastikan verifikasi berlapis dan validasi kepemilikan layanan. Seperti konfirmasi kelengkapan data pelanggan sesuai yang terdaftar di sistem Telkomsel,” ujar Manager Corporate Communications Telkomsel Jawa Bali Erwien Kusumawan, Minggu (11/10).

Menurut dia, SOP yang tegas diterapkan untuk memastikan keamanan nomor pelanggan sesuai aturan yang berlaku di industri telekomunikasi. Meski demikian, untuk data pelanggan yang terhubung dengan akun perbankan, perlindungannya berada di pihak bank. Bukan tanggung jawab Telkomsel.

”Untuk hal yang terkait dengan layanan pihak ketiga seperti perbankan, aktivitas layanan seperti sistem keamanan, prosedur aktivasi, dan deaktivasi layanan perbankan menjadi tanggung jawab dan kewenangan penyedia layanan perbankan yang didaftarkan,” tuturnya.

Telkomsel mengimbau agar pelanggannya menjaga data perbankan yang terhubung di nomor telepon selulernya. Pelanggan harus berkoordinasi dengan perbankan selaku penyedia layanan setiap kali bertransaksi layanan perbankan sesuai prosedur yang berlaku.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/han/c13/eko

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads