alexametrics

Sudah Damai, Ketahuan Geng All Star Mau Nyerang Geng Kampung Jawara

14 Oktober 2019, 18:23:19 WIB

JawaPos.com – Kesepakatan damai antara geng Kampung Jawara dan All Star tidak membuat suasana dingin. Mereka tetap bermusuhan. Terbukti, geng All Star berencana menyerang markas geng Kampung Jawara pada Minggu dini hari (13/10). Untung, rencana tersebut berhasil dihentikan polisi.

Saat ini mereka tidak memiliki pemimpin. Meski demikian, mereka bisa berkonsolidasi dengan menggerakkan massa melalui media sosial (medsos). Itulah yang melatarbelakangi anggota geng All Star berkumpul untuk menyerang geng Kampung Jawara.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyatakan, dua geng itu memiliki sejumlah grup untuk berkonsolidasi sampai berinteraksi dengan geng lawan. Satu grup medsos berisi sampai 200 anggota.

Kesepakatan damai yang difasilitasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho belum lama ini juga dibahas di medsos oleh anggota dua geng tersebut. ’’Dari perdamaian itu, dalam grup, hasil penyidikan patroli siber kami, ada pro-kontra. Ada yang mau damai dan ada yang tidak,’’ ujar Sudamiran kemarin.

Dari penelusuran tim siber, polisi mengendus adanya pergerakan anggota geng All Star ke Taman Mundu. Mereka berkumpul dan bersiap menyerang markas geng Kampung Jawara di Simo Pomahan. Polisi sigap mencegahnya. Sebanyak 17 anggota geng All Star diamankan. Dua di antaranya perempuan. Ada pula yang masih berstatus pelajar SD.

Polisi juga mengamankan sejumlah handphone yang digunakan untuk berkonsolidasi di medsos. Selain itu, sejumlah ikat pinggang yang ditengarai akan dijadikan alat untuk tawuran disita. Kini mereka masih diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Orang tua dan guru mereka akan dipanggil.

Sudamiran menegaskan, perseteruan dua geng itu harus segera dihentikan. Sebelum ada korban dan semakin meresahkan masyarakat. Polisi tidak melarang siapa pun membentuk kelompok selama tidak berbuat kriminal. ’’Harus segera kami hentikan. Dua geng ini sudah tidak benar kegiatannya. Sebelum dipulangkan nanti, kami panggil pihak sekolah. Akan kami panggil gurunya. Kami melibatkan pemkot dan dispendik,’’ jelasnya.

Polisi kini masih mencari otak di balik dua geng itu. Sebab, mereka tidak memiliki pemimpin. Kelompok tersebut bergerak dari komentar buzzer-buzzer-nya di medsos. Kini polisi juga memburu buzzer-buzzer tersebut.

’’Dari hasil penyelidikan kami sementara, tidak ada yang dijadikan ketua. Hanya beberapa admin-admin itulah yang kami definisikan sebagai ketua. Kami akan terus selidiki siapa di balik kedua geng ini,’’ tuturnya.

Polisi juga masih mencari tahu apakah anggota geng yang diamankan kemarin berkaitan dengan anggota-anggota sebelumnya yang ditangkap. Apakah pula penolakan perdamaian itu berkaitan dengan anggota All Star yang disekap dan dianiaya anggota geng Kampung Jawara. ’’Apakah ada kaitannya dengan yang sudah kami proses, kami interogasi dulu. Setidaknya kami sudah berjuang mencegahnya,’’ jelasnya.

Kapan Berhenti Tawuran?

  • 1 September: Geng All Star dan Kampung Jawara akan tawuran di Jalan Jakarta. Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan 30 remaja dari dua geng saat menuju lokasi tawuran.
  • 26 September: Polrestabes Surabaya mengamankan sembilan remaja anggota geng Kampung Jawara. Mereka menyekap dan menganiaya NF, anggota geng All Star, selama enam hari. Yakni, mulai 20 sampai 26 September.
  • 6 Oktober: Geng All Star dan Kampung Jawara kembali akan tawuran. Mereka menolak damai. Sembilan anggota Kampung Jawara diamankan Polrestabes Surabaya dan tujuh anggota All Star yang masih remaja ditangkap Polres Tanjung Perak.
  • 7 Oktober: Anggota geng yang diamankan polisi dipulangkan. Syaratnya, mereka harus dijemput orang tua dan meneken surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka.
  • 10 Oktober: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho, dan perwakilan Polres Tanjung Perak mempertemukan beberapa anggota dua geng tersebut dengan orang tua mereka. Mereka berjanji mengakhiri perseteruan. Sandi meminta mereka melapor melalui aplikasi Jogo Suroboyo jika ada yang mengajak tawuran. Banyak grup medsos geng yang bubar.
  • 13 Oktober: Sebanyak 17 anggota geng All Star diamankan Polrestabes Surabaya di Taman Mundu. Mereka diduga akan menyerang markas geng Kampung Jawara di Simo Pomahan. Rencana itu bermula dari penolakan damai melalui medsos.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c15/eko

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads