alexametrics

Klarifikasi Pernyataan, Muharom Rusdiana Minta Maaf Kepada Eri Cahyadi

14 Agustus 2020, 18:29:30 WIB

JawaPos.com – Mantan pemain Persebaya Muharom Rusdiana akhirnya buka suara terkait pernyataannya yang dikutip salah satu media online bahwa Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi ingin jadi wali kota Surabaya dan ketua umum Persebaya. Muharom mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut dikutip di luar konteks.

“Saya sudah jelaskan kepada media. Bahwa pertemuan di Bappeko itu bukan rapat. Apalagi rapat pemenangan. Pertemuan dengan bappeko dijelaskan terkait program dispora dalam rangkaian turnamen piala walikota jelang Piala Dunia U-20 tahun depan agar gaung sepak bola terus muncul” kata Muharom, Jumat (14/8).

Di sela-sela obrolan tersebut, kata Muharom, dia bercanda kepada Eri Cahyadi terkait pilkada. Eri tak menanggapi. Dia cuma tersenyum. Guyonan tersebut, kata Muharom, ternyata justru yang dikutip dan ramai di salah satu media. Muharom mengaku kaget.

Dia juga menerima banyak pesan dari rekan-rekannya. Bahkan, beberapa mantan pemain Persebaya yang ikut dalam pertemuan di Bappeko juga bertanya. “Pak Eri masak bilang gitu, Pak Muharom? Saya kok malah nggak tahu,” kata Muharom menirukan pernyataan sesama koleganya.

Muharom jadi merasa bersalah. Sebab, pertemuan di Bappeko itu membahas legenda Persebaya yang bisa memberikan semangat untuk adik-adik dalam piala wali kota. Namun, yang muncul malah jadi pembicaraan ke arah politik.

Muharom jadi tidak enak dengan semua pihak. Bukan hanya Eri Cahyadi yang kini menjadi sasaran kritikan Bonek karena berita tersebut. Tapi juga kepada Presiden Persebaya Azrul Ananda. “Saya ini seolah-olah ingin mengkudeta Mas Azrul. Padahal saya ini siapa? Mas Azrul sudah membawa Persebaya sejauh ini. Tanpa beliau Persebaya tidak mungkin bisa bangkit lagi. Jelas saya tak ingin melakukannya,” katanya.

Muharom mengaku sudah minta maaf kepada para pihak tersebut. “Saya minta maaf kepada Pak Eri Cahyadi. Juga kepada Mas Azrul. Saya tidak mau menyalahkan siapapun. Saya tak mau menyalahkan media yang memberitakan itu. Biarkan ini jadi klarifikasi dan permintaan maaf saya untuk para pegiat sepak bola di Surabaya. Kita fokus pembinaan saja, tidak usah mencari sensasi. InsyaAllah kebenaran akan terungkap,” katanya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads