alexametrics

27 Positif Covid-19 dari Klaster Pengadilan Agama Surabaya

14 Agustus 2020, 18:18:04 WIB

JawaPos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sudah mengeluarkan hasil tes swab terhadap pegawai Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Hasilnya, dari 116 pegawai yang menjalani tes, 27 orang dinyatakan positif Covid-19. Hasil itu diumumkan PA Surabaya pada Rabu petang (12/8) sesaat setelah menerima hasil tes swab.

’’Perinciannya, 7 hakim, 19 pegawai, dan seorang istri hakim,’’ ujar Panitera PA Surabaya Abdus Syakur Widodo.

Pegawai dan hakim yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun. Mereka bisa beraktivitas seperti biasanya. ’’Positif kategori OTG (orang tanpa gejala),’’ kata Syakur.

Para pegawai dan hakim beserta istrinya yang positif itu sudah ditangani Dinkes Surabaya. Semuanya diisolasi dan dirawat. Sebelumnya, mereka menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes swab. Penanganan bagi mereka yang positif sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

’’Pimpinan sudah menyerahkan ke dinkes bagaimana protokoler kesehatan bagi yang OTG. Dinkes akan merekomendasikan OTG untuk diisolasi,’’ ujarnya.

Meski demikian, Syakur mengungkapkan, pihaknya akan meminta dinkes mengetes swab untuk kali kedua. Sebab, berdasar pengalaman, tes swab sekali belum tentu menunjukkan hasil yang akurat. Tes swab kedua itu diperlukan untuk memastikan apakah yang positif benar-benar terpapar Covid-19.

’’Kami menunggu rekomendasi dari dinkes untuk tes swab kedua,’’ ucapnya.

Dengan keluarnya hasil swab yang tidak menggembirakan tersebut, PA resmi memperpanjang masa lockdown. Penutupan pelayanan diperpanjang hingga sepekan mendatang. Pengadilan tinggi agama sudah merekomendasikan penutupan layanan tersebut. Tujuannya, memutus mata rantai persebaran Covid-19.

’’PA Surabaya tetap akan menutup pelayanan pendaftaran dan sidang. Kami tutup satu minggu lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Pengadilan Agama Surabaya Mulai Buka Layanan, Sehari Hanya 30 Orang

Hanya, tidak semua layanan ditutup. Menurut dia, pelayanan tetap dibuka dengan pembatasan. Hanya permohonan mendesak yang tetap dilayani. Itu pun tidak di dalam gedung. Petugas membuka pelayanan di halaman depan gedung PA. Setiap hari hanya 30 pengunjung yang dilayani. Pemohon juga harus memesan antrean lewat WhatsApp terlebih dahulu.

’’Layanan terbatas untuk legalisasi dan pengambilan produk. Dilayani terbatas setiap hari dan harus pesan via WA,’’ tuturnya.

Pemohon yang belum terlayani akan dilayani keesokan harinya. Selama lockdown, hanya 12 pegawai PA yang melayani pemohon. Mereka bekerja secara bergantian dengan batas waktu. Selebihnya, pegawai dan hakim bekerja dari rumah. Mereka juga harus menjalani isolasi mandiri setelah sejumlah kolega dinyatakan positif Covid-19.

Sebagaimana diberitakan, PA di-lockdown sejak Rabu lalu (5/8). Semua pegawai diwajibkan mengikuti tes swab masal. Semua layanan, termasuk persidangan, ditutup total. Keputusan lockdown itu diambil setelah seorang hakim berdasar hasil rapid test dinyatakan reaktif terhadap Covid-19.

Sebagian layanan PA dibuka kembali Senin (10/8). Sejak saat itu hingga kini, persidangan yang didominasi perkara perceraian ditunda. Pembukaan kembali pengadilan nanti dievaluasi selama sepekan. Jika situasi sudah aman, pengadilan segera dibuka. Sebaliknya, jika masih berisiko, lockdown akan diperpanjang. 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c7/ady



Close Ads