alexametrics

Satlantas Surabaya Kehabisan Blangko SIM, Pengantre Diberi Suket

14 Agustus 2019, 18:46:02 WIB

JawaPos.com – Sudah dua jam mengantre, Pradhitya Fauzi Rahman pulang dengan tangan hampa. Upayanya untuk memperpanjang SIM gagal. Sebab, blangko SIM habis.

Pria 26 tahun itu balik dua kali untuk memperpanjang SIM. Pada Senin (12/3), dia sudah mendatangi SIM corner di mal Tunjungan Plaza (TP). Namun, dia tidak sampai dilayani petugas. Saat itu dia datang pukul 13.00. Antreannya sangat panjang. Dia menunggu sampai pukul 15.00. Pada jam tersebut, petugas menutup loket. Layanan perpanjangan SIM ditutup untuk sementara dan kembali buka pada pukul 17.00. ’’Karena ada urusan lain, saya lalu pulang,’’ katanya kemarin (13/8).

Warga Jambangan itu pun datang lagi lebih awal agar tidak mengantre panjang. Dia datang pukul 10.00 kemarin. Yakni, tepat saat pelayanan perpanjangan SIM di mal TP baru dibuka. Namun, pemohon lainnya antre sejak pagi. Adit memilih bersabar dan ikut mengantre. Setelah dua jam, dia akhirnya dilayani petugas. Sayang, SIM barunya tidak bisa dicetak saat itu. Dia terpaksa pulang dengan membawa selembar surat keterangan berisi bukti registrasi perpanjangan. ”Diminta datang kembali setelah tiga atau enam bulan ke depan. Cik suwene,” ungkapnya.

Hal serupa dialami Puguh Sujatmiko. Dia mengaku harus balik kucing karena ditolak saat mengurus perpanjangan SIM di sana. Alasannya, masa berlakunya masih satu minggu. Yang diprioritaskan adalah pemohon yang masa berlaku SIM-nya berakhir kurang dari satu hari.

Meski demikian, dia mengaku tidak sampai kehabisan blangko saat mengurus perpanjangan SIM beberapa pekan lalu. SIM-nya langsung jadi setelah diurus kembali. ”Sekarang sudah beres semua. Tapi, sempat jengkel karena tidak ada pengumuman bahwa yang dilayani lebih dulu yang SIM-nya akan mati dalam waktu dekat,” ucapnya.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, blangko SIM baru habis pada Senin (12/8). Belum bisa dipastikan kapan blangko tersebut kembali tersedia untuk para pemohon yang sudah melakukan registrasi perpanjangan. ’’Hingga kini, tidak ada pemberitahuan dari Korlantas Mabes Polri,’’ katanya.

Meski demikian, Eva memastikan layanan perpanjangan SIM berjalan normal. Hanya, pemohon belum bisa mendapatkan fisik SIM. ’’Untuk sementara, pemohon bisa menggunakan surat keterangan (suket) sebagai pengganti SIM. Fungsinya sama. Yakni, sebagai bukti bahwa yang bersangkutan kompeten membawa kendaraan di jalan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Sigit Indra mengatakan bahwa antrean panjang terjadi karena mayoritas pemohon masih melakukan registrasi secara konvensional. Padahal, menurut dia, registrasi bisa dilakukan menggunakan aplikasi Jogo Suroboyo. Di situ, ada fitur e-SIM yang bisa digunakan.

Sigit memastikan melakukan sosialisasi ketika blangko SIM sudah tersedia. Pemohon bisa langsung mendapatkan SIM-nya di tempat awal mengurus. Misalnya, pemohon yang mengurus di SIM corner Siola atau Tunjungan Plaza harus kembali ke tempat tersebut. ”Kalau di SIM keliling, ya harus diurus ke SIM keliling nanti kalau blangkonya sudah ada. Itu nanti bisa langsung dicetak,” katanya. (adi/ian/c20/ai)

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads