alexametrics

Istri Semena-mena karena Penghasilan Lebih Tinggi Penyebab Perceraian

14 Juni 2021, 09:48:15 WIB

JawaPos.com – Perceraian mendominasi kasus yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Jumlahnya mencapai 68 persen. Paling banyak istri yang menggugat cerai suami daripada suami yang menalak cerai istri. Berdasar data PA Surabaya sejak Januari hingga Mei ini, sudah ada 1.723 istri yang menggugat cerai suami. Sementara itu, suami yang menalak cerai istri sebanyak 731 kasus.

”Alasan perceraian yang paling sering maju (di persidangan, Red) karena pertengkaran,” ujar Humas PA Surabaya Wachid Ridwan. Masalah ekonomi masih menjadi latar belakang percekcokan yang paling dominan.

Faktor ekonomi bukan semata suami yang tidak sanggup menafkahi istri. Suami yang berpenghasilan cukup, tapi pelit terhadap istri, kerap jadi penyebab pertengkaran. Selain itu, istri sudah dicukupi, tetapi boros, juga jadi alasan.

Demikian pula jika suami istri sama-sama berpenghasilan, juga tidak sedikit yang bercerai. Penyebabnya, tidak bisa mengelola keuangan dan banyak utang. ”Istri semena-mena karena penghasilan lebih tinggi dari suami juga ada. Kalau itu masuk alasan psikologis,” ucapnya.

Masalah ekonomi banyak menjadi penyebab pertengkaran untuk perkara gugatan cerai yang diajukan istri. Sementara itu, alasan suami menalak istri didominasi perselingkuhan. ”Biasanya kalau istri selingkuh tipe yang bukan diam di rumah. Sama-sama bekerja dan punya penghasilan,” katanya.

Perceraian juga berdampak buruk bagi masa depan anak. Tidak jarang hakim menemukan kasus anak yang trauma karena ayah dan ibunya tidak pernah akur. Terlebih bagi mereka yang turut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ”Suami sering KDRT terhadap istri di depan anaknya. Anaknya cenderung jadi pendiam karena trauma,” ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c13/eko

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads