alexametrics

Veky Penjarakan Teman Bisnis karena Beri Cek tanpa Isi

14 Mei 2022, 12:48:09 WIB

Hendro dan Veky adalah mitra bisnis. Sebelum menikmati cuan, kerja sama buyar dengan ending saling gugat dan laporan pidana. Kini Hendro disidang karena enam lembar cek kosong.

HENDRO Irawan Theopilus menawari Tio Veky kerja sama bisnis. Dia meminta Veky investasi Rp 455 juta dalam proyek tiang pancang di PT Waskita. Modal itu nanti dikembalikan beserta keuntungan yang totalnya Rp 600 juta dalam jangka waktu empat bulan.

Jaksa penuntut umum Arie Zaky Prasetya dalam dakwaannya menyatakan, setelah penawaran kerja sama bisnis tersebut di kafe kawasan MERR pada Desember 2019, Veky menginvestasikan uangnya secara bertahap hingga Rp 455 juta. Sebagai jaminannya, Hendro menyerahkan empat lembar cek kepada Veky yang masing-masing senilai Rp 150 juta.

Namun, hingga jatuh tempo empat bulan, Hendro tidak mengembalikan uang Veky beserta keuntungan yang dijanjikan senilai Rp 600 juta. Dia juga sulit dihubungi. Veky kemudian mencairkan empat cek yang menjadi jaminan.

”Terhadap empat lembar cek yang diberikan terdakwa Hendro, terdapat dua lembar cek yang tidak dapat dicairkan Veky,” tutur jaksa Arie dalam dakwaannya.

Dua cek senilai Rp 300 juta itu tidak bisa dicairkan karena tidak cukup dana. Veky kemudian mendatangi rumah Hendro untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, Hendro mengaku belum dapat melunasi utangnya. Dia hanya bisa membayar denda keterlambatan Rp 23,5 juta untuk dua bulan. Hendro lantas meminta toleransi waktu sepekan dengan membuat perjanjian baru.

Di dalam perjanjian baru tersebut, Hendro berjanji melunasi utangnya dalam waktu sepekan. Selain itu, memberikan dua lembar cek lain sebagai jaminan yang nilainya masing-masing Rp 210 juta dan Rp 90 juta. Namun, dua lembar cek tersebut juga tidak bisa dicairkan karena tidak ada dana setelah jatuh tempo sepekan Hendro tidak melunasi utangnya.

Hendro kemudian memberikan cek lagi senilai Rp 300 juta dan Rp 150 juta. Selain itu, dia juga menyerahkan dua alat pancang manual drop hammer beserta surat kuasa menjual kepada Veky. Namun, barang tersebut tidak laku dijual. Cek Rp 300 juta juga tidak bisa dicairkan karena rekening sudah ditutup. Veky merasa dirugikan karena kekurangan Rp 145 juta tidak kunjung dibayarkan Hendro kepadanya.

Veky mengklaim bahwa kerugian sebenarnya lebih besar. Selain utang pokok tersebut, Hendro juga disebut belum membayar keuntungan Rp 150 juta yang sudah disepakati dalam surat perjanjian. Hendro juga diharuskan membayar denda keterlambatan. Menurut Veky, Hendro sudah membuat perjanjian dan mengingkarinya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c6/eko

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads