alexametrics

Korban Memaafkan, Kejaksaan Hentikan Kasus Ibu Penganiaya Tetangga

14 Januari 2022, 17:48:50 WIB

JawaPos.com – Etik Purwidiati kini bisa bernapas lega. Perempuan 39 tahun yang menjadi tersangka penganiayaan terhadap tetangganya, Indah Dewi Prasetyo, itu tidak jadi diadili di meja hijau. Jaksa penuntut umum Anggraini telah mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) untuk perkara tersebut. Kasus itu pun berhenti di kejaksaan.

Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto menyatakan, pemberian SKPP kepada Etik ini terjadi setelah ada perdamaian antara tersangka dan Indah sebagai pelapor. Indah telah memaafkan perbuatan tetangganya yang tinggal di Jalan Kampung Malang Kulon tersebut.

”Setelah jaksa penuntut umum menawarkan perdamaian, kedua pihak sepakat berdamai tanpa syarat dan saling memaafkan serta ditindaklanjuti dengan penandatanganan SKPP,” ujar Anton Kamis (13/1).

Menurut dia, perkara itu dihentikan berdasar sistem keadilan restoratif. Dasarnya, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI, pasal 14 KUHP, dan Peraturan Kejaksaan Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasar Keadilan Restoratif.

Pertimbangan jaksa penuntut umum dalam penghentian perkara tersebut, selain perdamaian, Etik juga baru kali pertama berbuat seperti itu. Dia disangka pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurang dari lima tahun penjara.

Selain itu, lanjut dia, pelapor dan tersangka masih bertetangga. ”Kami juga mempertimbangkan kondisi ekonomi tersangka. Etik sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci baju dan suaminya kuli bangunan,” jelas Anton.

Sementara itu, Indah memaafkan tetangganya tersebut karena berempati terhadap anak-anak tersangka. ”Saya juga masih memiliki anak kecil. Kasihan sama anaknya. Kami sudah saling memaafkan,” katanya.

Kasus itu bermula ketika Etik menegur anak Indah dengan kalimat tidak pantas pada 12 Agustus tahun lalu. Anak tersebut lantas melapor kepada ibunya. Indah yang tidak terima mendatangi Etik. Ketika bertemu, kepala Indah dipukul Etik sebanyak lima kali hingga terbentur tembok. Indah lantas melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Tegalsari.

Etik mengaku perbuatan itu dilakukannya karena emosi sesaat. Dia merasa bersalah dan berterima kasih lantaran Indah sudah memaafkannya dan bersedia berdamai. ”Saya menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatan seperti itu lagi,” ucap Etik setelah menandatangani SKPP di kantor Kejari Surabaya kemarin.

Dapat Pelimpahan, Undang Pelapor dan Korban, Langsung Berdamai

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Surabaya berhasil mendamaikan pelapor dengan korban penganiayaan sehingga kasusnya dihentikan. Bagaimana prosesnya dan kasus apa saja yang bisa didamaikan sehingga batal disidangkan?

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c14/eko

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads