alexametrics

Cegah Kerumunan, Perpanjang Jeda Jam Pulang dan Masuk Siswa

14 Januari 2022, 18:48:05 WIB

JawaPos.com – Pelaksanaan PTM 100 persen sudah berlangsung lima hari. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya terus melakukan evaluasi. Khususnya terkait dengan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah timbulnya klaster Covid-19 di sekolah.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Ridwan Mubarun menyampaikan, pihaknya mencatat temuan soal prokes. Salah satunya, saat kepulangan sesi pertama dan jam masuk sesi kedua. Menurut dia, durasinya terlalu mepet. Akibatnya, kerumunan di halaman sekolah sangat mungkin terjadi.

”Di momen inilah terjadi crowded. Siswa numpuk di situ,” kata Ridwan Kamis (13/1).

Rekomendasinya, jelas dia, adalah memberikan masa transisi selama sejam. Artinya, durasi siswa pulang sesi pertama dengan kedatangan siswa yang masuk sif kedua harus berjarak satu jam. Jadi, ada kelonggaran. ”Saat ini kan durasinya terlalu deket 30 menit,” ujarnya.

Waktu jeda selama sejam itu sudah disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya. Rekomendasi tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh. ”Kami sudah ngomong ke Kadispendik supaya transisi satu jam,” kata sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya tersebut.

Selebihnya, sambung dia, prokes sudah dipatuhi dengan baik. Siswa belajar di ruang kelas dengan jarak aman 1 meter. Selain itu, guru dan siswa selalu memakai masker selama kegiatan belajar-mengajar. ”Cakupan vaksinasi juga sudah baik,” ungkapnya.

Pemkot Surabaya berupaya keras agar PTM kuota penuh berjalan aman dan lancar. Selain mematuhi prokes, dinas kesehatan (dinkes) aktif mencegah dan mencari kemungkinan timbulnya kasus baru di sekolah. Salah satunya, rutin menyelenggarakan swab test bagi pelajar untuk mencegah persebaran Covid-19.

Swab test rutin dilakukan selama dua pekan sekali. Uji usap itu diadakan secara acak oleh puskesmas di daerah setempat. Sebab, tidak dapat dimungkiri bahwa masih ada ketakutan dari masyarakat terhadap virus varian baru jenis B.1.1.529 atau Omicron di tengah pelaksanaan PTM 100 persen.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads