alexametrics

Vaksinasi Covid-19 Dimulai di Grahadi, Jatim Siapkan 1.289 Fasyankes

14 Januari 2021, 13:09:39 WIB

JawaPos.com – Jika tak ada aral melintang, vaksinasi Covid-19 di Jatim bakal dimulai hari ini. Tahap perdana ditempatkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Direncanakan, ada 25 orang yang divaksin. Setelah itu, mulai besok, program tersebut bakal digeber di seluruh kabupaten/kota.

Pemprov melalui Satgas Covid-19 Jatim memastikan, persiapan untuk melaksanakan vaksinasi sudah matang. ”Mulai SDM, logistik, fasilitas layanan kesehatan, sasaran, serta alokasi dan distribusi. Semua sudah siap, baik di tingkat provinsi maupun daerah,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Penyiapan SDM dimulai sejak Desember lalu. Pemprov telah melatih 2.404 tenaga medis untuk menjadi vaksinator. Pelatihan sudah selesai. Mereka sudah siap melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) lainnya.

Selanjutnya, pemprov juga melatih ribuan tenaga medis untuk menjadi vaksinator. Targetnya, ada 6 ribu lebih vaksinator di Jawa Timur. Pelatihan digelar secara berkelanjutan hingga Maret mendatang.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bakal dilangsungkan di 1.289 fasyankes. Terdiri atas puskemas, puskesmas pembantu, rumah sakit, klinik, rumah sakit TNI atau Polri, dan kantor kesehatan pelabuhan. Lokasinya menyebar di seluruh Jawa Timur.

Data Satgas Covid-19 Jawa Timur menunjukkan, fasyankes terbanyak berada di Surabaya. Yakni, 101 fasyankes. Selanjutnya Gresik (56 fasyankes), dan Sidoarjo (54 fasyankes). Fasyankes tersebut akan melayani nama-nama yang diusulkan dan lolos verifikasi untuk menerima vaksin.

Dokter Jibril memastikan, semua perangkat tersebut sudah siap. Lemari es di tingkat puskemas sudah ada. Satgas sudah berkoordinasi dengan semua fasyankes terkait perangkat itu. ”Kami data dan kami pastikan semua perangkat itu bisa digunakan,’’ katanya.

Pemerintah provinsi juga sudah menginventarisasi ketersediaan sarana penunjang vaksinasi. Misalnya, cool room, lemari es, vaccine carrier atau kotak vaksin, alat pemantau suhu, serta kendaraan pendingin. Perangkat tersebut harus ada di tingkat provinsi maupun daerah.

Sementara itu, nama-nama calon penerima vaksin sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Nama tersebut sedang diverifikasi. Total seluruhnya ada 22.652.927 calon penerima vaksin.

Baca Juga: Korban Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Co-Pilot dan 2 Penumpang

Dokter Jibril menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai calon penerima vaksin. Antara lain, yang bersangkutan tidak hamil serta bukan mantan pengidap Covid-19. ”Mereka yang lolos juga akan diperiksa ulang sebelum disuntik,’’ ucapnya.

Pemeriksaan itu meliputi suhu badan. Calon penerima vaksin yang suhunya di atas 37,5 derajat tidak boleh langsung divaksin. Dia harus menjalani tes untuk memastikan sehat dan tidak terjangkit virus Covid-19. Setelah ada kepastian, mereka baru bisa disuntik. ”Prosedur yang sama diterapkan pada vaksinasi perdana di provinsi,’’ jelas dokter Jibril.

FASILITAS LAYANAN KESEHATAN DI JATIM

– Puskesmas 968 unit

– Puskesmas pembantu 30 unit

– RSUD 53 unit

– RS TNI atau Polri 38 unit

– Klinik 192 unit

– KKP 8 unit

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c13/ris


Close Ads