alexametrics

Coret Ribuan Warga Gresik Penerima Pemberian Bantuan Pangan Nontunai

14 Januari 2021, 12:48:14 WIB

JawaPos.com – Pemberian bantuan pangan nontunai (BPNT) ternyata masih berlanjut. Namun, pada 2021 ada pencoretan atau pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) dibandingkan tahun lalu. Berdasar data terpadu keluarga sejahtera (DTKS), jumlah yang menerima BPNT di Kabupaten Gresik tinggal 70.169 KPM.

Padahal, pada 2020, jumlah yang menerima bantuan dari Kemensos tersebut mencapai 92.529 KPM. Dengan demikian, ada pencoretan nama sebanyak 22.360 KPM. ’’Penyebabnya, antara lain, KPM meninggal, pindah, atau persoalan lain sehingga mereka tidak bisa menerima BPNT lagi,’’ ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Gresik Sentot Supriyohadi.

Sebelumnya, masalah validasi DTKS tersebut kerap mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Tidak terkecuali dari kalangan DPRD Gresik. Karena itu, pada APBD dialokasikan anggaran Rp 500 juta untuk perbaikan pendataan dan akurasi data. Dinsos diminta mendata dan memvalidasi data warga kurang mampu.

Dengan akurasi data tersebut, ke depan penanganan kemiskinan di Kota Pudak menjadi lebih tepat sasaran. Maklum, sejauh ini angka kemiskinan di Gresik dua digit. Padahal, beragam program dan bantuan sudah diberikan pemerintah. Baik pusat maupun daerah.

DTKS sebagai penerima BPNT pada 2021 juga terbilang masih gelap. Artinya, publik tidak bisa mengakses transparansi nama-nama KPM. Apakah 70.169 KPM itu betul layak atau tidak. Di website dtks.kemensos.go.id memang terdapat kolom pencarian bantuan sosial. Dalam laman tersebut ada keterangan ’’hanya memberikan info penerima bantuan sosial tunai (BST), bukan info bansos lain”.

EM, salah seorang KPM, menyatakan, pihaknya pernah menerima BPNT. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, dia tidak lagi menerima. EM sudah berkali-kali mendatangi e-warong atau agen untuk mengambil haknya. Namun, berkali-kali pula dia harus pulang dengan kekecewaan. Sebab, kartu keluarga sejahtera (KKS) miliknya bersaldo nol. ’’Setelah itu, saya pasrah. Saya juga tidak tahu, apakah nama saya dicoret atau tidak,’’ ujar perempuan yang bekerja sebagai buruh tani tersebut.

Baca Juga: Sikat No 1 Korea, Anthony Ginting Tunjukkan Permainan Kelas Dunia

Kasus KKS bersaldo nol itu tidak hanya dialami EM. Berdasar data dinsos, pada 2020 tercatat ada 6.658 KPM yang KKS-nya bersaldo nol. Selain itu, kasus kartu hilang sebanyak 44 KPM, kartu rusak 21, KPM meninggal 35 orang, dan pindah tempat tinggal 10 orang. Dari 92.529 KPM penerima BPNT pada tahun lalu, tercatat 83.775 KPM yang termonitor bertransaksi penuh atau aktif menerima BPNT.

Mulai 2021, semula dikabarkan para KPM menerima uang tunai. Namun, ternyata tetap berupa sembako dengan nilai nominal Rp 200 ribu per bulan. Menurut Sentot, sejauh ini belum ada regulasi baru sehingga masih tetap mengacu aturan lama.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : son/c7/hud


Close Ads