alexametrics

Rawat Jalur Surabaya-Gresik 2020, Siapkan Rp 30 Miliar

14 Januari 2020, 18:26:24 WIB

JawaPos.com – Kondisi jalur Surabaya–Gresik yang dilintasi banyak kendaraan dan rawan rusak jadi perhatian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. Lembaga yang berkantor di Waru itu menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk perawatan akses ke Pelabuhan Tanjung Perak tahun ini. Anggaran bisa bertambah bergantung rekomendasi dan keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Surabaya–Gresik BBPJN VIII Merlan Efendi menjelaskan bahwa proyek perawatan jalan nasional mulai lelang Harapannya, proses seleksi kontraktor bisa rampung secepatnya. ”Target kami, kegiatan perawatan selesai pada akhir tahun. Untuk sementara tidak ada kendala mewujudkannya,” kata Merlan kemarin (13/1).

Menurut dia, anggaran Rp 30 miliar akan dialokasikan untuk beberapa program. Tidak saja tambal sulam dan peninggian aspal. Anggaran juga dipakai untuk pembangunan saluran air di kanan-kiri jalan nasional tersebut.

Pantauan Jawa Pos, saat ini kondisi drainase di jalur utara Surabaya memang masih memprihatinkan. Salah satu contohnya di sisi timur Jembatan Branjangan. Di lokasi tersebut, air menggenang dan meluber ke jalan raya. Itu akibat dari saluran yang tertutup pasir dan sampah.

Pembangunan saluran air di sisi timur jembatan sebenarnya mulai dikerjakan tahun lalu. Ada proyek di sisi selatan. Hanya saja, normalisasi belum selesai 100 persen. Pengerjaan sempat terhambat keberadaan tiang listrik dan parkir liar truk di jalur tersebut.

Menurut Merlan, ada beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perawatan tahun ini. Salah satunya, jalur Kalianak–Tambak Langon. Peninggian aspal akan dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat peningkatan volume kendaraan.

Berdasar pengamatan, saat ini jalur Kalianak–Tambak Langon memang belum mulus sepenuhnya. Banyak lubang di jalan yang berpotensi mencelakai pengendara. Kerusakan jalan bisa ditemui di pertigaan Margomulyo dan area Jembatan Tambak Langon.

Merlan tak menampik, seluruh ruas jalan utara memang perlu dibeton. Hanya, program tersebut belum bisa terlaksana sepenuhnya. ”Tahun ini, kami tidak ada program pembetonan. Mungkin tahun depan,” kata Merlan.

Lurah Tambak Sarioso Sholeh Moedzakir mendukung sepenuhnya normalisasi saluran di wilayahnya. Tersumbatnya saluran tidak bisa dianggap sepele. ”Itu (genangan, Red) pemicu kerusakan jalan. Berpotensi melahirkan lubang juga,” kata Sholeh.

Menurut dia, sebagian saluran di Tambak Langon memang bermasalah. Air selalu meluber ke jalan raya setelah hujan. Gara-gara itu, banyak pengendara yang sambat dan terpeleset jalan yang licin

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c25/ady


Close Ads